HARIAN KARAWANG – Suara tepuk tangan, sorak sorai, dan riuh penonton memenuhi ruangan Gelanggang Olahraga (GOR) Panatayudha, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Sabtu (9/5/2026). Atmosfer pertandingan terasa begitu semarak saat para pesilat dari berbagai perguruan silat di Karawang menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang bergengsi IPSI Cup 2026.
Kompetisi antar perguruan silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Karawang ini menjadi langkah awal penting dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.
Ajang IPSI Cup 2026 digelar selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu (10/5/2026). Sebanyak 22 perguruan silat resmi anggota IPSI Karawang turut ambil bagian dengan total 170 atlet putra dan putri yang bertanding di berbagai kelas tanding maupun kategori seni.
Para atlet tampil maksimal dengan memperlihatkan teknik bertanding yang tangguh, strategi matang, hingga gerakan seni pencak silat yang luwes dan penuh nilai budaya. Setiap serangan, pertahanan, hingga rangkaian jurus seni yang ditampilkan di atas gelanggang mendapat sambutan antusias dari penonton yang memadati tribun GOR Panatayudha.
Ketua Umum IPSI Karawang, Dea Eka Rizaldi, menegaskan bahwa IPSI Cup bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah seleksi atlet potensial untuk memperkuat tim binaan IPSI Karawang.

“IPSI Cup ini kami selenggarakan dengan tujuan utama untuk melihat potensi, kemampuan teknis, dan mental bertanding para atlet kami. Dari hasil pertandingan ini, kami akan memilih atlet terbaik untuk dibina lebih intensif agar siap mewakili Karawang dalam ajang Popwilda Jawa Barat bulan Juli nanti,” ujar Dea saat ditemui di lokasi pertandingan.
Ia menambahkan, keikutsertaan Karawang di tingkat provinsi menjadi tanggung jawab besar sehingga persiapan harus dilakukan sejak dini dengan proses seleksi yang ketat dan objektif.
“Atlet yang lolos seleksi dari IPSI Cup ini adalah mereka yang akan membawa nama baik Karawang. Mereka akan menjadi wakil daerah kami bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari kabupaten dan kota lain se-Jawa Barat,” tambahnya.
Dea juga berharap dari pembinaan yang dilakukan IPSI Karawang akan lahir pesilat-pesilat berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat nasional dan internasional.
“Harapan kami sangat besar, tidak hanya sampai tingkat provinsi saja. Kami ingin dari Karawang lahir atlet-atlet berkelas nasional yang bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Prinsip kami: Berangkat dari Karawang untuk Indonesia. Huma Bentang Tandang Makalang, semangat itu yang kami bangun agar seluruh atlet terus berjuang dan tidak mudah menyerah,” tegasnya.

Di arena pertandingan, para atlet tampak berjuang keras demi meraih kesempatan menjadi bagian dari tim binaan IPSI Karawang. Setiap poin dan setiap gerakan yang ditampilkan menjadi langkah penting menuju prestasi yang lebih tinggi.
Tim pelatih dan peninjau dari IPSI Karawang juga terlihat serius mencatat setiap penampilan atlet, mulai dari teknik, kekuatan, ketangkasan, hingga karakter bertanding masing-masing pesilat.
Wakil Ketua IPSI Karawang Bidang Prestasi, Ardawi Sumarno, turut memberikan motivasi kepada para atlet agar memiliki semangat tinggi dalam meraih prestasi.
“Bibit atlet silat di Karawang sangat luar biasa. Kita optimistis atlet-atlet ini calon juara Popwilda Jawa Barat hingga tingkat nasional,” ujarnya optimistis.
Sementara itu, Ketua Panitia IPSI Cup, Didin Bahrudin, menjelaskan bahwa proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terbuka untuk seluruh perguruan silat di Karawang.
Menurutnya, seleksi atlet pelajar seperti IPSI Cup menjadi bagian penting dalam regenerasi atlet sekaligus menambah pengalaman bertanding menuju kejuaraan pencak silat yang lebih tinggi.
“Selamat bertanding dan junjung tinggi sportivitas. Tunjukkan teknik terbaik dan raih juara,” pesan Didin kepada para peserta.
Pembukaan IPSI Cup 2026 juga dihadiri sejumlah tamu undangan dari kalangan sesepuh IPSI, unsur TNI dan Polri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga unsur pemerintahan setempat.
Ajang ini menjadi bukti bahwa pencak silat di Karawang terus berkembang dan melahirkan generasi baru pesilat yang tangguh, berprestasi, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan sportivitas. Dalam dua hari ke depan, persaingan dipastikan masih akan berlangsung sengit hingga terpilih atlet-atlet terbaik yang akan melangkah ke tahap pembinaan selanjutnya menuju Popwilda Jawa Barat 2026.








