HARIAN KARAWANG — Sebuah pertunjukan teater berjudul “Please, Jajah Kami” akan mengguncang ruang diskusi publik melalui panggung seni. Karya dari komunitas Ngaos Art Tasikmalaya ini dijadwalkan tampil pada Minggu, 10 Mei 2026 di Limasan Coffee, Karawang, dalam dua sesi, pukul 15.30 WIB dan 19.30 WIB.
Dengan judul yang sengaja memantik kontroversi, pertunjukan ini tidak benar-benar mengajak pada penjajahan, melainkan menyodorkan kritik tajam terhadap realitas sosial hari ini—ketika kebebasan kerap terasa semu dan tekanan justru datang dari sistem yang dibangun sendiri.
Di tengah narasi besar tentang kemerdekaan, karya ini mengajukan gugatan: benarkah kita sudah benar-benar merdeka, atau justru masih terjebak dalam bentuk “penjajahan” yang lebih halus—melalui kuasa, ketakutan, dan kebiasaan yang dibiarkan?
Mengusung gaya realisme brutal dan post-dramatik, “Please, Jajah Kami” menghadirkan empat tokoh yang saling bertabrakan dalam satu ruang bar kafe—sebuah metafora negara yang sesak. Dialog berlangsung tajam, kadang vulgar, dengan satire yang menghantam tanpa kompromi.

Alih-alih memberi jawaban, pertunjukan ini justru memperkeruh kenyamanan. Ia memaksa penonton menghadapi pertanyaan yang sering dihindari:
siapa sebenarnya yang menjajah kita hari ini?
“Kami tidak meminta merdeka. Kami hanya muak dijajah oleh wajah yang mirip kami.”
Karya ini lahir dari kegelisahan generasi yang lelah diperdaya—oleh janji, oleh sistem, dan oleh rasa takut yang terus dipelihara. Di atas panggung, kegelisahan itu berubah menjadi suara lantang yang sulit diabaikan.
Informasi Pertunjukan:
- Judul: Please, Jajah Kami
- Bentuk: Drama Satir Post-dramatik
- Durasi: ±45 menit
- Pemain: 4 aktor
- Tempat: Limasan Coffee, Karawang
- Tanggal: Minggu, 10 Mei 2026
- Sesi: 15.30 WIB & 19.30 WIB
Harga Tiket:
- Pelajar: Rp20.000
- Umum: Rp35.000
Pendaftaran:
https://bit.ly/pendaftaranpleasejajahkami
Informasi lebih lanjut:
- Iyan: 0813-8030-5835
- Willy: 0856-9281-8112
- Hendri: 085693197207







