Derasnya Hujan, Runtuhnya Tanah, dan Kepanikan yang Melands Warga Desa di Provinsi Jawa Barat

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 20 Mei 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir yang melanda 3 Kecamatan di Kabupaten Karawang. (Dok. BPBD Kabupaten Karawang)

Banjir yang melanda 3 Kecamatan di Kabupaten Karawang. (Dok. BPBD Kabupaten Karawang)

JAKARTA – Suara gemuruh dari arah tebing menjadi penanda bencana yang tak diharapkan warga Desa Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung Barat, Minggu pagi, 18 Mei 2025.

Hujan yang mengguyur sejak malam sebelumnya menyebabkan pergerakan tanah dan memicu longsor di area perbukitan desa.

Material longsor menerjang permukiman dan melukai tiga warga: Melati (14), Iman (50), dan Ela (42).

Tak hanya itu, 63 kepala keluarga harus mengungsi ke Madrasah Nurul Hidayah demi menghindari ancaman susulan.

Empat rumah mengalami kerusakan ringan, satu kantor desa nyaris rata dengan tanah, kendaraan operasional rusak, dan satu tiang listrik roboh.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat segera mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik.

“Kami masih mendata rumah-rumah yang terancam serta berkoordinasi dengan desa,” ujar Kepala BPBD setempat.

Musibah ini menjadi satu dari rangkaian bencana hidrometeorologi basah yang menerjang kawasan barat Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir.

Karawang Dikepung Air, Warga Mengungsi ke Masjid

Hari yang sama, banjir datang menyergap Kabupaten Karawang. Sungai Citarum, Cibeet, dan Cidawolong meluap usai diguyur hujan berjam-jam tanpa henti.

Air merambah masuk ke tiga kecamatan: Telukjambe Barat, Karawang Barat, dan Telukjambe Timur.

Sebanyak 1.216 jiwa terdampak langsung, dengan 80 warga terpaksa mengungsi ke Masjid Jami Al Ikhlas.

Menurut laporan BPBD Karawang, total 292 rumah warga terendam air setinggi 10 hingga 150 sentimeter.

Fasilitas umum pun tak luput dari terjangan, termasuk beberapa sekolah dan posyandu.

“Tim kami masih terus melakukan asesmen dan distribusi bantuan,” kata perwakilan BPBD.

Masifnya pembangunan di bantaran sungai dituding sebagai salah satu penyebab buruknya daya serap air.

Banyak kawasan yang dulunya merupakan daerah resapan air kini berubah menjadi permukiman padat.

Isu ini menjadi pekerjaan rumah lama yang belum ditangani secara sistemik oleh pemerintah daerah.

Bekasi Tergenang, Ribuan Rumah Terendam dan Warga Mulai Bersih-Bersih

Tak jauh dari Karawang, banjir juga merendam dua desa di Kabupaten Bekasi: Bojongsari (Kecamatan Kedungwaringin) dan Wanasari (Kecamatan Cibitung).

Pada Minggu pagi, air mengalir deras dari saluran yang meluap, menyapu permukiman warga.

Sebanyak 4.262 jiwa terdampak, dan 1.533 rumah terendam. Warga pun berinisiatif mengevakuasi diri, sebagian mengungsi ke rumah kerabat, sebagian bertahan di lantai dua rumahnya.

“Air mulai surut Senin dini hari,” ujar pejabat BPBD Kabupaten Bekasi, “sekarang warga mulai membersihkan rumah masing-masing dari lumpur dan sampah.”

Beruntung, tak ada laporan korban jiwa. Namun, kerugian materiil ditaksir cukup tinggi, terutama bagi pelaku usaha mikro dan warung yang berada di area terdampak.

Pemerintah kabupaten mendirikan posko bantuan dan membuka jalur cepat penyaluran bantuan dari relawan dan lembaga kemanusiaan.

Waspada Bencana Hidrometeorologi: Langkah Siaga dan Imbauan Resmi BNPB

BNPB melalui Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, Ph.D., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan jarak pandang terbatas, warga harus segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman,” ujarnya dalam siaran pers resmi, Selasa 20 Mei 2025.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi kondisi darurat. Pemerintah daerah diminta memeriksa kesiapan perangkat, personel, dan logistik.

Masyarakat pun diimbau tidak termakan hoaks dan hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah, seperti akun BNPB di Instagram.

Sebagai tambahan, publik dapat mengakses informasi terkini terkait kebencanaan melalui aplikasi InaRISK yang dikembangkan oleh BNPB dan menjadi rujukan nasional dalam pemetaan risiko bencana.

Langkah mitigasi seperti penanaman vegetasi penguat tanah, pembuatan drainase lingkungan, hingga peringatan dini berbasis komunitas dinilai penting untuk meminimalkan dampak di masa depan.***

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Hutannews.com dan Mediaemiten.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media On24jam.com dan Kilasnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Haijateng.com dan Hariancirebon.com

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

PT Softex Sumbangan Produk Partisipasi Kegiatan PWI Karawang
Gesrek Festival 2025: BRI Tawarkan Diskon Tiket 30% Lewat BRImo
Kang Farhan Siap Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat
Polres Karawang Amankan Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPR RI di Telukjambe Barat
Akhirnya Korban Tenggelam Warga Telukjambe Timur Temukan di Sungai Citarum
Begini Tata Cara Alur Pelayanan dan Harga Buat Paspor di Imigrasi Karawang
RDP Dugaan Malpraktik di RS Hastien Ricuh , Kadinkes Emosi dan Tak Bisa Tunjukkan Hasil Investigasi
Dinkes Karawang Akan Kawal Kasus Malpraktek di RSU Hastien Rengasdengklok Secara Transparan demi Memberikan Kepastian Keluarga Pasien

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:35 WIB

PT Softex Sumbangan Produk Partisipasi Kegiatan PWI Karawang

Senin, 1 Desember 2025 - 20:58 WIB

Gesrek Festival 2025: BRI Tawarkan Diskon Tiket 30% Lewat BRImo

Senin, 24 November 2025 - 17:26 WIB

Kang Farhan Siap Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat

Kamis, 20 November 2025 - 15:51 WIB

Polres Karawang Amankan Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPR RI di Telukjambe Barat

Minggu, 9 November 2025 - 17:06 WIB

Akhirnya Korban Tenggelam Warga Telukjambe Timur Temukan di Sungai Citarum

Sabtu, 8 November 2025 - 06:55 WIB

Begini Tata Cara Alur Pelayanan dan Harga Buat Paspor di Imigrasi Karawang

Senin, 20 Oktober 2025 - 17:12 WIB

RDP Dugaan Malpraktik di RS Hastien Ricuh , Kadinkes Emosi dan Tak Bisa Tunjukkan Hasil Investigasi

Senin, 13 Oktober 2025 - 15:52 WIB

Dinkes Karawang Akan Kawal Kasus Malpraktek di RSU Hastien Rengasdengklok Secara Transparan demi Memberikan Kepastian Keluarga Pasien

Berita Terbaru

Berita Karawang

Bulan April 2026 Mukab Ke 8 Kadin Karawang di Gelar

Senin, 16 Feb 2026 - 21:15 WIB

Ketua Panitia Pelaksana, Jay Dongkrak

Berita Karawang

90 Atlit Baku Hantam Kejar Prestasi di Rookie Fight Karawang

Senin, 16 Feb 2026 - 21:03 WIB