HARIAN KARAWANG – Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Karawang menggelar silaturahmi dengan Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah Karawang di Gedung SMK Muhammadiyah 3 Purwasari, Minggu (5/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat sinergi dalam membangun prestasi sekaligus memperkuat organisasi pencak silat di Kabupaten Karawang.
Ketua IPSI Kabupaten Karawang, Dea Eka Rizaldi, SH hadir bersama jajaran pengurus dan disambut meriah melalui pertunjukan tari, kemudian diterima Kepala SMK Muhammadiyah 3 Karawang, H. Dede Setiabudi, S.Hut., M.M., beserta guru dan pelatih Tapak Suci. Acara diawali pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars IPSI dan Mars Tapak Suci, dilanjutkan atraksi pencak silat serta prosesi kenaikan tingkat siswa Tapak Suci. Sebanyak 120 siswa dan 10 pelatih mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, H. Dede Setiabudi menegaskan bahwa Tapak Suci bukan hanya mengajarkan bela diri, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda.

“Tapak Suci bukan sekadar bela diri. Di dalamnya diajarkan keberanian yang dilandasi keimanan, kekuatan yang dibingkai akhlak, serta sportivitas. Kami berharap dari tempat ini lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Karawang, bahkan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Karawang Dea Eka Rizaldi menyampaikan bahwa kunjungan ke perguruan-perguruan historis merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri IPSI sekaligus memperkuat kolaborasi dalam memajukan pencak silat.
Menurutnya, kepengurusan IPSI Karawang saat ini memiliki dua fokus utama, yakni peningkatan prestasi atlet dan penguatan organisasi internal.

“Percuma memiliki banyak perguruan dan kegiatan jika tidak dibarengi prestasi. Karena itu kami fokus membangun atlet sejak dini sekaligus memperkuat organisasi hingga tingkat kecamatan,” katanya.
Ia mengungkapkan, selama setahun memimpin IPSI Karawang, sejumlah capaian telah diraih. Atlet pencak silat Karawang berhasil meloloskan tiga wakil menuju Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat (PORDA Jabar) serta delapan nomor berhasil menembus partai puncak pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa Barat (POPDA Jabar). Untuk mencapai hasil tersebut, IPSI menggelar pemusatan latihan secara mandiri sebelum mendapat dukungan pendanaan dari KONI.
Dea juga mengapresiasi seluruh perguruan pencak silat di Karawang yang dinilainya menjadi fondasi utama keberhasilan IPSI.

“Tanpa perguruan, IPSI bukan apa-apa. Karena itu kami terus melakukan silaturahmi sebagai bentuk penghargaan sekaligus memperkuat komunikasi agar pembinaan atlet berjalan bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dea turut menyoroti pentingnya dukungan anggaran bagi cabang olahraga pencak silat. Menurutnya, pembinaan atlet membutuhkan komitmen serius, mulai dari pemusatan latihan, pelatih hingga kebutuhan atlet agar prestasi dapat terus meningkat.
Ia berharap seluruh pihak, termasuk KONI Kabupaten Karawang, memberikan perhatian lebih terhadap cabang olahraga pencak silat yang selama ini telah menyumbangkan prestasi bagi daerah.

Kegiatan silaturahmi ditutup dengan prosesi kenaikan tingkat siswa Tapak Suci dan ramah tamah antara jajaran IPSI Kabupaten Karawang, pengurus Muhammadiyah, pelatih, guru, serta para pesilat sebagai wujud mempererat persaudaraan dalam membangun pencak silat yang berprestasi dan berkarakter di Kabupaten Karawang. (alam)








