UNSIKA Karawang mulai Pelaksanaan Pembangun Gedung Serbaguna Kampus 2 Proyek Rp25,08 M Targetkan Rampung Desember 2026

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN KARAWANG –Resmi memulai pelaksanaan pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) di Kampus 2 Universitas Singaperbangsa (UNSIKA) Karawang melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking), Selasa (30/6/2026).

Pembangunan gedung tiga lantai tersebut menjadi langkah strategis untuk menambah kapasitas ruang perkuliahan sekaligus menyediakan fasilitas pendukung kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., mengatakan pembangunan GSG merupakan realisasi dari perencanaan yang telah disusun sejak 2019. Menurutnya, desain teknis atau Detailed Engineering Design (DED) telah tersedia sejak beberapa tahun lalu dan baru dapat diwujudkan pada 2026.

“DED gedung ini sudah disusun sejak 2019. Setelah penantian yang cukup panjang, alhamdulillah hari ini cita-cita UNSIKA untuk memiliki Gedung Serbaguna akhirnya mulai diwujudkan. Kami hanya melanjutkan perencanaan yang telah dibuat oleh pimpinan sebelumnya,” ungkapnya Prof. Ade. Selasa (30/6/2026)

Ade juga menjelaskan, gedung tersebut akan memiliki tiga lantai dengan sekitar empat ruang di setiap lantainya. Fasilitas itu akan difungsikan sebagai ruang kelas bersama, auditorium, aula, hingga ruang kegiatan mahasiswa.

“Gedung ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan aktivitas akademik di Kampus 1 dengan mengalihkan sebagian kegiatan ke Kampus 2. Selain itu, fasilitas ini akan menambah sarana dan prasarana pembelajaran yang semakin dibutuhkan seiring bertambahnya jumlah mahasiswa,”ujarnya.

Meskipun demikian, kata . Ade keberadaan GSG akan semakin memperkuat posisi UNSIKA sebagai perguruan tinggi kebanggaan Karawang yang mampu melayani mahasiswa dari berbagai daerah.

“UNSIKA adalah wajah Kabupaten Karawang. Dengan hadirnya gedung ini, kami berharap Kampus 2 mampu mengakomodasi mahasiswa dari Karawang, Jawa Barat, daerah lain di Indonesia, bahkan mahasiswa internasional,” ucapnya.

Secara teknis, gedung memiliki luas bangunan sekitar 3.780 meter persegi dengan tiga lantai. Selain ruang kelas, bangunan juga dirancang untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui penyediaan auditorium, aula, dan ruang aktivitas mahasiswa.

Pembangunan GSG dibiayai melalui anggaran Badan Layanan Umum (BLU) dengan pagu sebesar Rp31,355 miliar. Setelah melalui proses tender, nilai kontrak pekerjaan menjadi Rp25,084 miliar sehingga menghasilkan efisiensi anggaran sekitar Rp 6,271 miliar.

Proyek tersebut dikerjakan oleh KSO PT Bangun Nusa Raya dengan PT Reka Graha Indah Abadi sebagai konsultan perencana. Masa pelaksanaan ditargetkan selama 180 hari kalender dan rampung pada Desember 2026, kemudian dilanjutkan masa pemeliharaan selama 180 hari sebelum serah terima akhir.

Sementara itu, Wakil Bupati Karawang, Maslani, mengapresiasi dimulainya pembangunan Gedung Serbaguna UNSIKA yang dinilai akan memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Kabupaten Karawang.

“Kami mengucapkan selamat kepada UNSIKA atas dimulainya pembangunan Gedung Serbaguna di Kampus 2. Mudah-mudahan gedung ini memberikan manfaat bukan hanya bagi masyarakat Karawang, tetapi juga Jawa Barat, nasional, bahkan internasional,” kata Maslani.

Ia berharap gedung tersebut tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat lahirnya inovasi dan solusi bagi masyarakat.

“Kami berharap gedung ini menjadi tempat lahirnya gagasan-gagasan besar, teori akademik, sekaligus solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kepada kontraktor, kami berpesan agar pembangunan dilaksanakan secara profesional sehingga selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik,” tandasnya.( Jay)

Berita Terkait

Warga Sabajaya Pertanyakan Pencalonan BPD, Ketua Umum GARDU Nana Satria Permana Siap Kawal Audiensi ke DPMD Karawang
Ribuan Warga Karawang Padati Nobar Final Piala Dunia 2026, Omset UMKM Capai Rp 1,19 Miliar
Rakercab PSHT Karawang Bahas Evaluasi dan Program Kerja 2026/2027 di Padepokan Among Rasa
Oknum Polisi Di Karawang Tabrak Lari Siswa MTSN 3
PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang
Masyarakat Desa Kertajaya Dukung Audit Khusus Inspektorat, Minta Pemeriksaan Profesional dan Transparan
GARDU Ingatkan Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Dana Desa Kemiri Harus Diproses Secara Hukum
Inspektorat Kabupaten Karawang Riksus 67 Desa Jelang Pilkades , Petahana Bermasalah Diambang Tidak Ikut Pilkades

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Warga Sabajaya Pertanyakan Pencalonan BPD, Ketua Umum GARDU Nana Satria Permana Siap Kawal Audiensi ke DPMD Karawang

Senin, 20 Juli 2026 - 08:17 WIB

Ribuan Warga Karawang Padati Nobar Final Piala Dunia 2026, Omset UMKM Capai Rp 1,19 Miliar

Senin, 20 Juli 2026 - 07:44 WIB

Rakercab PSHT Karawang Bahas Evaluasi dan Program Kerja 2026/2027 di Padepokan Among Rasa

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:21 WIB

Oknum Polisi Di Karawang Tabrak Lari Siswa MTSN 3

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:02 WIB

PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Masyarakat Desa Kertajaya Dukung Audit Khusus Inspektorat, Minta Pemeriksaan Profesional dan Transparan

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:03 WIB

GARDU Ingatkan Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Dana Desa Kemiri Harus Diproses Secara Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:22 WIB

Inspektorat Kabupaten Karawang Riksus 67 Desa Jelang Pilkades , Petahana Bermasalah Diambang Tidak Ikut Pilkades

Berita Terbaru