HARIAN KARAWANG – Komando Distrik Militer (Kodim) 0604/Karawang menyerahan 20 unit kendaraan operasional dari Agrinas kepada Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP),untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa
Penyerahan dilakukan secara simbolis secara langsung dihalaman Makodim 0604/ Karawang itu menjadi bagian dari penguatan armada logistik desa untuk mendukung distribusi hasil bumi, kebutuhan pokok, hingga operasional koperasi di tingkat perdesaan.
Selain itu, Kodim 0604/Karawang berperan sebagai fasilitator yang menjembatani sinergi antara vendor dan pengelola koperasi desa agar distribusi bantuan operasional berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Naryanto dan dihadiri jajaran Kasdim, perwira staf, perwakilan Agrinas, kepala desa, serta ketua koperasi dari wilayah penerima manfaat.
“Nama Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Naryanto juga tercatat dalam sejumlah agenda resmi kewilayahan Kodim sepanjang 2026,” ujarnya.
Sebanyak 20 unit kendaraan jenis Pick Up Mahindra Scorpio 4×4 diserahkan secara simbolis kepada perwakilan koperasi desa penerima manfaat.
Pemilihan kendaraan dengan sistem penggerak empat roda atau 4×4 dinilai strategis karena mampu menjangkau medan perdesaan yang tidak selalu mudah dilalui kendaraan biasa.
Dengan dukungan armada ini, distribusi hasil pertanian, logistik kebutuhan koperasi, hingga mobilitas usaha desa diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan terukur.
Dalam sambutannya, Dandim 0604/Karawang menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukan sekadar aset fisik, tetapi instrumen penggerak ekonomi desa yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kendaraan ini harus menjadi motor penggerak ekonomi di desa. Kami berharap dengan adanya penyerahan armada dari Agrinas ke Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini, koperasi dapat lebih produktif dan efisien dalam menjalankan usahanya,” ujar Dandim.
Menurutnya, penguatan sarana operasional koperasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berdaya tahan.
Kodim, kata dia, hadir bukan hanya dalam fungsi pertahanan wilayah, tetapi juga sebagai penghubung sinergi strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari level desa.
Kegiatan serah terima ini juga diisi sesi tanya jawab interaktif antara kepala desa, pengurus koperasi, dan pihak vendor.
Forum tersebut dimanfaatkan untuk memastikan seluruh penerima manfaat memahami aspek teknis penggunaan kendaraan, prosedur perawatan, hingga skema optimalisasi armada agar memiliki usia pakai panjang dan produktif.
Kodim juga menekankan pentingnya transparansi pemanfaatan kendaraan di tingkat desa agar fungsi armada benar-benar menyasar kebutuhan ekonomi masyarakat, bukan sekadar fasilitas administrasi.
Kehadiran Babinsa di masing-masing wilayah diharapkan turut membantu pengawasan lapangan agar penggunaan kendaraan tetap terarah, akuntabel, dan sesuai tujuan awal program.
Sebagai fasilitator, Kodim memastikan koordinasi antara koperasi dan vendor berjalan lancar demi menjaga keberlanjutan operasional armada di lapangan.
Model distribusi seperti ini juga mulai diterapkan di sejumlah daerah lain. Pada hari yang sama, penyaluran kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih juga dilakukan di Klaten sebagai bagian dari penguatan operasional koperasi desa berbasis logistik.
Secara nasional, program penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memang terus didorong pemerintah sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi rakyat.
Agrinas menjadi salah satu pihak yang mendapat mandat mendukung pengadaan armada operasional koperasi, termasuk kendaraan 4×4 yang disiapkan untuk menjawab tantangan distribusi di wilayah pedesaan.
Adapun 20 desa penerima manfaat kendaraan operasional KDKMP di Karawang tersebar di sejumlah wilayah, yakni Desa Balonggandu, Curug, Margasari, Sukamerta, Karangjaya, Banyuasih, Tambaksumur, Walahar, Lemahkarya, dan Pasirkaliki.
Selanjutnya distribusi juga menyasar Desa Gintungkerta, Jatibaru, Pasirawi, Jayamakmur, Sukapura, Cengkong, Lemahmukti, Cariumulya, Ciptasari, hingga Desa Cicinde Selatan.
Sebaran penerima manfaat tersebut menunjukkan bahwa penguatan armada logistik desa tidak hanya difokuskan pada satu kawasan, melainkan dirancang menjangkau titik-titik strategis ekonomi desa di Karawang.
Melalui kolaborasi TNI sebagai fasilitator, pemerintah desa, koperasi, dan vendor, program ini diharapkan menjadi fondasi baru dalam memperkuat distribusi ekonomi desa.
” Lebih dari sekadar penyerahan kendaraan, program ini menjadi simbol penguatan konektivitas ekonomi desa agar lebih tangguh, produktif, dan mandiri dalam menopang ketahanan ekonomi daerah.” pungkasnya( Jay)









