HARIANSUMEDANG.COM – Ciri dari SMP Negeri 6 Sumedang dalam dua tahun terakhir ini, banyak lukisan menghiasi dinding eksterior sekolah.
Di dinding depan sekolah diantaranya ada lukisan kupu-kupu ukuran besar, hingga bisa diselfiekan seolah-olah badan kita menjadi bagian dari tubuh kupu-kupu itu.
Tidak hanya itu, lukisan lainnya pun tidak kalah menariknya, seperti lukisan batik dengan warna corak yang cukup kontras.
Pertanyaannya, mural itu karya siapa, apa murid, guru, atau pelaku seni yang disewa oleh sekolah?
Berdasar keterangan dari beberapa orang guru, lukisan-lukisan cantik itu, bukan hasil kreasi siswa, bukan pula guru,.
Melainkan hasil karya Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Sumedang, Jatnika Pria Utama.
Konon, di awal – awal tugasnya selaku Kepsek SMP Negeri 6 Sumedang, ia suka meluangkan waktunya untuk melukis dinding-dinding sekolah itu.
Ditemui di sela-sela kepadatan tugasnya selaku Kepsek, pria asal Desa Baginda Kecamatan Sumedang Selatan mengaku seni menjadi bagian dari kehidupannya.
Tidak hanya melukis, ia pun ternyata pecinta tanaman bonsai. Di rumahnya, banyak terkoleksi bonsai dari berbagai jenis tanaman.
Baca Juga:
Pameran Kanton ke-139 mencetak rekor baru dalam jumlah kehadiran pembeli luar negeri
Hisense Luncurkan XR10: Proyektor Premium yang Hadirkan Pengalaman Sinematik di Rumah
“Now Is Your Spark”: Huawei Dukung Pengguna Kendalikan Hidup dengan Teknologi untuk Seluruh Skenario
Lukisan di dinding sekolah, kata Jatnika, perlu disesuaikan dengan bidang mata pelajaran tertentu
” Contoh lukisan kupu-kupu itu bisa ada hubungannya dengan proses metamorfosa,” katanya.
Jatnika ungkapkan prinsip hidupnya, bahwa setiap orang harus berjuang untuk menjadi yang pertama.
Tapi, katanya, bila tidak bisa menjadi yang pertama, jadilah yang terbaik.
Baca Juga:
USANA Adakan Spa & Wellness Retreat Inspiratif Untuk Mendukung Perempuan di Asia Pasifik
Eternal Tower Saga (ETS) Luncurkan Tahap Open Beta pada 7 Mei 2026
Bilapun yang terbaik tidak bisa, maka jadilah yang pembeda. (Tatang Tarmedi) ***








