Direktur Eksektif KBC Mulyana, Desak Kejari Tindak lanjuti Temuan BPK Soal Kerugian Uang Negara

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ricky Mulyana direktur Eksekutif KBC

Ricky Mulyana direktur Eksekutif KBC

HARIAN KARAWANG, – Adanya hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan kekurangan volume pekerjaan senilai Rp2,47 miliar pada 15 proyek jalan dan jembatan di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang.

Direktur Eksekutif Karawang Budgeting Control (KBC), Ricky Mulyana, menilai temuan tersebut bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan indikasi adanya kebocoran sistemik dan praktik mafia proyek yang terstruktur. Sehingga mendesak Bupati Karawang segera melakukan audit ulang secara menyeluruh atas proyek-proyek saat ini. Hal tersebut dilakukan kejadian serupa tak terulang.

“Bupati harus memerintahkan audit ulang dan memastikan kontraktor yang terlibat tidak lagi dilibatkan dalam proyek pemerintah. Kekurangan volume miliaran rupiah ini bukan hal kecil, tapi tanda kebocoran sistem yang dibiarkan,” ungkap Ricky, Jumat (24/10/2025).

Menurut Ricky menyebut beberapa proyek yang bermasalah antara lain Peningkatan Jalan Batujaya–Segarjaya dan Jalan Jati–Kotabaru, yang mencatat kekurangan volume terbesar. Akibat dari lemahnya pengawasan dan rendahnya sanksi keterlambatan memperkuat dugaan adanya kompromi dalam proses pengadaan.

Masih kata Ricky menuding sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Karawang telah disusupi praktik kompromi antara oknum pejabat pengadaan (Barjas) dan kontraktor tertentu. Dari hasil pantauan KBC, ditemukan pola pemenangan berulang oleh perusahaan yang sama hingga lima kali berturut-turut, yang dinilai melanggar prinsip persaingan sehat sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1999.

“Ketika penyedia menurunkan harga hingga 20 persen dari pagu, margin mereka hilang. Jalan satu-satunya agar tetap untung adalah mengurangi volume atau menurunkan spesifikasi material. Inilah akar kebocoran proyek,” ujarnya.

Meski Pemkab Karawang kerap meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, Ricky menilai penghargaan itu tidak mencerminkan kualitas tata kelola anggaran yang sesungguhnya.

“WTP itu kosmetik administrasi kalau di lapangan proyeknya cepat rusak. Uang rakyat seolah terserap wajar, tapi manfaatnya tidak dirasakan rakyat. Kualitas infrastruktur adalah ukuran moralitas pemerintah,” kata dia.

Lebih lanjut kata , Ricky meminta Kejaksaan Negeri Karawang turun tangan menindaklanjuti temuan BPK. Dengan adanya indikasi kerugian negara yang berulang setiap tahun sudah cukup kuat untuk menjadi dasar penyelidikan pidana korupsi.

“Kejaksaan jangan menunggu laporan resmi. BPK sudah menemukan angka dan pola yang jelas. Ketika kebocoran dibiarkan, rakyat Karawang harus membayar dua kali—melalui pajak dan penderitaan akibat jalan yang cepat rusak,” ujarnya.

Secara resmi, belum ada tanggapan dari Bupati Karawang maupun pihak Kejaksaan Negeri Karawang terkait desakan audit ulang dan penyelidikan tersebut setelah berita ini terbitkan .(Jay)

Berita Terkait

Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Ikhsan Siswa SDN Kalijati II Ingin Bertemu Presiden Prabowo dan Bupati Aep
Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto Tingkatkan Pelayanan Terbaik Melalui Program GAZZ
​Tim Debat Hukum FH Unsika Boyong Juara 1 dan Best Speaker dalam Lawyear Event di UNAS
PHE ONWJ Bergerak Cepat Respons Laporan Nelayan Soal Gelembung di Perairan Karawang
DPD KNPI Karawang Adakan Kegiatan Sekolah Pemuda TRANSFORMASI SOSIAL,DiHUT KNPI ke 53 Tahun
KPSN Jawa Barat Resmi Dilantik di Karawang, Target Perluas Kepengurusan di 16 Kabupaten/Kota
GARDU Soroti Penjualan Paket Seragam SMP Negeri, Wali Murid di Karawang Minta Transparansi Harga
GARDU Dorong Bupati Karawang Segera Bangun Pasar Rakyat di Rengasdengklok

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Ikhsan Siswa SDN Kalijati II Ingin Bertemu Presiden Prabowo dan Bupati Aep

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto Tingkatkan Pelayanan Terbaik Melalui Program GAZZ

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

​Tim Debat Hukum FH Unsika Boyong Juara 1 dan Best Speaker dalam Lawyear Event di UNAS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:24 WIB

PHE ONWJ Bergerak Cepat Respons Laporan Nelayan Soal Gelembung di Perairan Karawang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:37 WIB

DPD KNPI Karawang Adakan Kegiatan Sekolah Pemuda TRANSFORMASI SOSIAL,DiHUT KNPI ke 53 Tahun

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:29 WIB

KPSN Jawa Barat Resmi Dilantik di Karawang, Target Perluas Kepengurusan di 16 Kabupaten/Kota

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:51 WIB

GARDU Soroti Penjualan Paket Seragam SMP Negeri, Wali Murid di Karawang Minta Transparansi Harga

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:46 WIB

GARDU Dorong Bupati Karawang Segera Bangun Pasar Rakyat di Rengasdengklok

Berita Terbaru