Tingkatkan Laju Digitalisasi, Pupuk Kujang Kembangkan Aplikasi dan Ekosistem AI untuk Efisiensi Operasi

Aplikasi-aplikasi ini dibuat untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi kerja

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN KARAWANG  – Memasuki usia ke-51 tahun, PT Pupuk Kujang terus meningkatkan digitalisasi di berbagai aspek. Mengusung tagline “Transformasi Digital Menuju Kujang Emas 2045”, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini secara resmi meluncurkan ekosistem digital terintegrasi yang dinamakan Kujang Prime (Plant Reliability, Integrated & Management Excellence).

“Di umurnya yang menginjak setengah abad, Pupuk Kujang terus melakukan transformasi digital di berbagai aspek. Empat aplikasi ini dibuat untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan,” kata Budi Santoso Syarif, Direktur Utama PT Pupuk Kujang, Selasa, 9 Juni 2026.

Budi mengatakan, langkah strategis ini menandai pergeseran besar dalam sistem kerja korporasi, Ketika seluruh pemantauan operasional pabrik, pengukuran kinerja, hingga aspek keselamatan kerja kini bertransformasi penuh ke sistem digital berbasis kecerdasan buatan yang dapat diakses langsung dari gawai.

“Dengan aplikasi ini, memantau seluruh operasional cukup dalam genggaman, tak lagi harus ke command center. Informasi bisa diterima kapanpun dan dimanapun, sehingga pengambilan keputusan lebih efisien,” ungkap Budi.

Melalui aplikasi-aplikasi ini, ungkap Budi, insan Pupuk Kujang bisa mendeteksi kendala operasional secara dini, mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi waktu, serta mewujudkan lingkungan kerja yang ramah lingkungan. “Dengan aplikasi-aplikasi ini, kita bisa menekan biaya cetak dokumen, dan memangkas waktu alur distribusi dokumen. Sehingga keputusan dan aksi bisa lebih cepat,” kata Budi.

Adapun saat peluncuran di momentum hari jadi perusahaan ke-51 ini, terdapat lima aplikasi unggulan yang menjadi pilar utama dalam ekosistem Kujang Prime, yaitu:

Kujang Zenith (Zero latency Engine for Next gen Intelligence TecHnology)

Merupakan ekosistem kecerdasan buatan atau AI yang dirancang sebagai pusat analisa data perusahaan. Berbeda dengan platform AI publik, Kujang Zenith menjamin keamanan hulu ke hilir karena seluruh operasionalnya berjalan di server internal perusahaan. Kujang Zenith juga dirancang untuk mampu merangkum ribuan dokumen internal maupun eksternal dengan cepat untuk memberikan rekomendasi kebijakan strategis yang presisi bagi manajemen.

Kujang Zanith ini diperkuat oleh jajaran Agent AI spesifik, di antaranya TAMARA untuk asisten administratif, Procure AI yang mengoptimalkan akurasi proses pengadaan barang dan jasa, serta Plantastic yang menjadi konsultan pertanian untuk masyarakat umum.

Mars (Management Reporting Application System)

Merupakan aplikasi dashboard KPI Perusahaan yang berfungsi memantau dan mengukur pencapaian target strategis korporasi. Jika sebelumnya monitoring performa hanya bisa dilakukan melalui dashboard di lokasi tertentu, kini cara kerja menjadi lebih fleksibel. Informasi yang tersedia secara real-time mengenai data produksi, stok pupuk, hingga laporan keuangan dan penjualan dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui gawai manajemen, sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih efisien.

Padiku

Aplikasi inovatif yang mentransformasi proses monitoring dan inspeksi pemeliharaan pabrik dari manual yang sarat dokumen kertas, menjadi serbadigital dan terintegrasi. Lewat Padiku, operator dan teknisi dapat melakukan patroli digital di lapangan untuk mengidentifikasi kondisi abnormal peralatan secara cepat. Temuan tersebut langsung terhubung sebagai work request perbaikan ke bagian inspeksi, sehingga inspector bisa langsung memeriksa kondisi aktual di lokasi. Rekomendasi inspeksi kini lebih cepat, terukur, dan datanya terintegrasi secara historis sehingga pemeliharaan pabrik menjadi lebih efektif dan andal.

Spirit

Aplikasi yang didedikasikan untuk mentransformasi proses izin kerja (permit to work) yang sebelumnya terkendala koordinasi lambat dan dokumen yang sulit dipantau. Melalui Spirit, proses pengurusan izin kerja menjadi lebih cepat dan dipantau secara real-time. Resi kerja dapat dicetak langsung untuk verifikasi lapangan, dan validator dapat memastikan pemenuhan seluruh persyaratan keselamatan secara instan sistemis. Aplikasi ini terbukti mampu mengurangi penggunaan kertas (paperless), mencegah kecelakaan kerja, dan menghemat biaya cetak dokumen.

Siaga

Hadir sebagai solusi pemantauan cepat dan akurat untuk menjaga keberlangsungan operasional dari risiko kondisi kritikal dan darurat yang membutuhkan respons instan. Saat alarm sistem pabrik muncul, aplikasi Siaga mempercepat penyampaian informasi secara real-time ke gawai manajemen. Dengan memangkas keterlambatan informasi, top management dapat langsung memberikan arahan strategis secara cepat guna memitigasi gangguan sebelum berkembang lebih jauh, sekaligus mendukung budaya kerja yang lebih sadar, cepat, dan bertanggung jawab.

“Melalui kehadiran ekosistem digital Kujang Prime ini, PT Pupuk Kujang optimistis dapat terus meningkatkan efisiensi operasional, menjamin keandalan pabrik, serta memperkokoh posisinya sebagai produsen pupuk yang modern dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.(Jay)

Berita Terkait

Warga Sabajaya Pertanyakan Pencalonan BPD, Ketua Umum GARDU Nana Satria Permana Siap Kawal Audiensi ke DPMD Karawang
Ribuan Warga Karawang Padati Nobar Final Piala Dunia 2026, Omset UMKM Capai Rp 1,19 Miliar
Rakercab PSHT Karawang Bahas Evaluasi dan Program Kerja 2026/2027 di Padepokan Among Rasa
Oknum Polisi Di Karawang Tabrak Lari Siswa MTSN 3
PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang
Masyarakat Desa Kertajaya Dukung Audit Khusus Inspektorat, Minta Pemeriksaan Profesional dan Transparan
GARDU Ingatkan Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Dana Desa Kemiri Harus Diproses Secara Hukum
Inspektorat Kabupaten Karawang Riksus 67 Desa Jelang Pilkades , Petahana Bermasalah Diambang Tidak Ikut Pilkades

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Warga Sabajaya Pertanyakan Pencalonan BPD, Ketua Umum GARDU Nana Satria Permana Siap Kawal Audiensi ke DPMD Karawang

Senin, 20 Juli 2026 - 08:17 WIB

Ribuan Warga Karawang Padati Nobar Final Piala Dunia 2026, Omset UMKM Capai Rp 1,19 Miliar

Senin, 20 Juli 2026 - 07:44 WIB

Rakercab PSHT Karawang Bahas Evaluasi dan Program Kerja 2026/2027 di Padepokan Among Rasa

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:21 WIB

Oknum Polisi Di Karawang Tabrak Lari Siswa MTSN 3

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:02 WIB

PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Masyarakat Desa Kertajaya Dukung Audit Khusus Inspektorat, Minta Pemeriksaan Profesional dan Transparan

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:03 WIB

GARDU Ingatkan Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Dana Desa Kemiri Harus Diproses Secara Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:22 WIB

Inspektorat Kabupaten Karawang Riksus 67 Desa Jelang Pilkades , Petahana Bermasalah Diambang Tidak Ikut Pilkades

Berita Terbaru