HARIAN KARAWANG, – Hujan lebat yang melanda Kota Karawang dini hari tadi, membuat banyak titik lokasi pagi ini kembali tergenang banjir.
Salah satunya, SDN Nagasari III, Kecamatan Karawang Barat yang lagi-lagi harus meliburkan siswanya gara-gara genangan air meluber sampai memasuki kelas.
Salah satu guru di sekolah tersebut, Sadewa mengeluhkan kondisi demikian. Karena, menurutnya hal ini acapkali terjadi bila musim penghujan tiba, sehingga menghambat kegiatan belajar mengajar di kelas.
“Kalo hujan terus-terusan seperti ini, pasti kita yang selalu kebagian banjirnya, kang. Karena bangunan lain sekeliling sudah pada ditinggikan, sekolah yang jadi kena imbasnya (tempat pembuangan air, red),” kata Sadewa.

Menanggapi hal tersebut, ketua RT 03/01 Kelurahan Karawang Kulon Dicky Yanuar, yang wilayahnya berbatasan dengan Rumah Sakit Dewi Sri (RSDS) meminta pihak manajemen, duduk bersama dan turut memikirkan warga yang terdampak banjir di kala musim penghujan seperti ini.
“Pihak RSDS jangan abai dan tutup mata atas kejadian yang berulang ini, banyak keluhan warga terkait banjir yang semakin sering terjadi akhir-akhir ini, beririsan dengan pengembangan dan pembangunan gedung RSDS yang masif beberapa tahun belakangan,” sesal Dicky.
Sebagai pemangku lingkungan, pihaknya mengimbau manajemen RS Dewi Sri memiliki sense of crisis dan turut serta memikirkan dampak pembangunan dan tata lingkungan terhadap wilayah sekitar kedepannya.
“Sebagai entitas bisnis yang memiliki pengaruh luas terhadap kehidupan masyarakat di wilayah rawasari dan ampera, perusahaan harusnya memiliki kepekaan tinggi dan tanggung jawab sosial atas permasalahan menahun yang menimpa warga sekitar,” tandas Dicky.

Sementara, Humas RSDS Firman, saat dikonfirmasi awak media terkait permasalahan ini, malah menunjuk hidung pemerintah daerah agar dicarikan solusi terkait musibah banjir yang seringkali terjadi di wilayah tersebut.
“Baiknya disampaikan juga ke dinas PUPR bagaimana solusinya. Di bulan November ada pekerjaan drainase di sekitar area RSDS dari pemerintah daerah,” kata Firman.
Disoal sebagai biang kerok penyebab banjir di wilayah rawasari belakangan, dikarenakan menurut penuturan warga, gedung RSDS tidak pernah kemasukan air, kala wilayah sekitarnya kebanjiran. Firman mengelak dan mengeluhkan hal yang sama terkait peristiwa banjir ini.
“Kami jg mengeluhkan hal yg sama terkait banjir ini. Mungkin dari PUPR dan tata kota bisa mencari solusi knp tiap hujan daerah disitu banjir,” ujarnya.(Jay)







