Bupati Aep Jelaskan Tidak Ada Kenaikan Pajak PBB-P2

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 3 November 2025 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

HARIAN KARAWANG, – Ramai media sosial (Medsos) adanya tuduhan dari publik terhadap pemerintah kabupaten Karawang keterkaitan soal kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 600 persen

Hal tersebut dibantah oleh dibantah oleh Bupati Karawang H Aep Syaepuloh mengatakan bahwa isu kenaikan pajak itu tidak benar.

Bupati Aep juga menegaskan jika Kabupaten Karawang terakhir menaikan pajak pada tahun 2022, setelah pandemi covid saat dirinya masih menjadi Wakil Bupati Karawang.

“Kita juga menaikan pajak itu pada tahun 2022, pasca covid. Itupun atas usulan atau Multi Stakeholders Group (MSD) KPK, karena itupun kita tidak penah menaikan pajak selama 9 tahun. Ini juga salah, padahal Perpres dan Undang-undang yang berlaku, pajak harus naik 2 tahun sekali, tapi kan sekarang pun kita tidak naik karena tidak ingin memberatkan masyarakat,” ungkapnya,Senen (3/10/2025)

Menurut Aep, isu kenaikan pajak yang beredar di publik membuat dirinya heran. Ia menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang akan segera menggelar Focus Group Discussion (FGD) melalui dinas terkait untuk menjelaskan persoalan tersebut secara resmi kepada masyarakat dan kalangan industri.

“Saya juga bingung, kok ada isu seperti itu. Nanti akan ada FGD oleh dinas yang membidangi, supaya penjelasan disampaikan secara resmi,” tegasnya.

Bupati Aep menambahkan, di tengah situasi ekonomi yang sulit, pemerintah daerah justru berkomitmen untuk mencari sumber pendapatan lain tanpa membebani rakyat. Ia mencontohkan potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah) lain seperti pajak parkir, reklame, hingga retribusi air bawah tanah yang bisa dioptimalkan.

“Potensi pendapatan bukan hanya dari pajak. Saya sudah minta dinas-dinas menggali potensi lain,” Pungkasnya.(Jay)

Berita Terkait

Bantu Ribuan Masyarakat saat Ramadan, Pupuk Kujang Gelar Tebus Murah Paket Bahan Makanan
PSHT Ranting Ciampel Gelar Santunan Yatim Piatu, Berbagi Kasih Sayang di Bulan Ramadhan
PSHT Ranting Majalaya Terima SK Kepengurusan Masa Bakti 2026-2029, Siap Tingkatkan Kualitas Organisasi
Hadiri Bukber PSHT, Ketua Umum IPSI Karawang Dorong Persaudaraan Antar Perguruan Silat
Wakil Ketua BERSATHU Rafiudin Penundaan Berangkat Umrah Bukan Solusi, Minta Pemerintah Komunikasi dengan Arab Saudi
Mantan Dirut Petrogas Giovani lebih Tinggi Hukuman 4 Tahun Penjara dari Putusan PN Karawang
BPD Desa Kutajaya Deden Ngecam Pembuangan Limbah Diduga B3 di Lahan PJT
Polisi Karawang Borgol Jumyadi Pelaku Curi Motor dan HP dengan Kekerasan

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:18 WIB

Bantu Ribuan Masyarakat saat Ramadan, Pupuk Kujang Gelar Tebus Murah Paket Bahan Makanan

Senin, 9 Maret 2026 - 09:56 WIB

PSHT Ranting Ciampel Gelar Santunan Yatim Piatu, Berbagi Kasih Sayang di Bulan Ramadhan

Senin, 9 Maret 2026 - 09:55 WIB

PSHT Ranting Majalaya Terima SK Kepengurusan Masa Bakti 2026-2029, Siap Tingkatkan Kualitas Organisasi

Senin, 9 Maret 2026 - 09:21 WIB

Hadiri Bukber PSHT, Ketua Umum IPSI Karawang Dorong Persaudaraan Antar Perguruan Silat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:19 WIB

Wakil Ketua BERSATHU Rafiudin Penundaan Berangkat Umrah Bukan Solusi, Minta Pemerintah Komunikasi dengan Arab Saudi

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:16 WIB

Mantan Dirut Petrogas Giovani lebih Tinggi Hukuman 4 Tahun Penjara dari Putusan PN Karawang

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:23 WIB

BPD Desa Kutajaya Deden Ngecam Pembuangan Limbah Diduga B3 di Lahan PJT

Senin, 2 Maret 2026 - 16:55 WIB

Polisi Karawang Borgol Jumyadi Pelaku Curi Motor dan HP dengan Kekerasan

Berita Terbaru