Lagu Sabilulungan Mang Koko Raih Penghargaan  dari Pemkab Sumedang Ida Rosida Anak Mang Koko Terharu

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 17 April 2024 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lagu Sabilulungan karya Mang Koko mendapat penghargaan dari Pemkab Sumedang sebagai lagu pemberi spirit bekerja ,(Foto: Sumedang kab.go.id)

Lagu Sabilulungan karya Mang Koko mendapat penghargaan dari Pemkab Sumedang sebagai lagu pemberi spirit bekerja ,(Foto: Sumedang kab.go.id)

HARIANSUMEDANG.COM — Hari Jadi Sumedang  ke-446 tahun 2024 sedikit berbeda dari sebelumnya, Pemkab memberikan penghargaan kepada seniman pemberi inspirasi.

Ternyata, sosok Mang Koko yang terpilih pihak panitia, karena dipandang lagu Sabilulungan telah memberikan semangat dalam bekerja dan bergotong royong bagi para pegawai.

“Alhamdulilah, tidak bisa diucapkan dengan kata kata dan bersyukur sekali lagu sabilulungan dapat pengakuan dari Pemkab Sumedang,” terang Ida Rosida anak Mang Koko.

Dijelaskan Ida saat dirinya mendapatkan telp dari salah seorang pegawai di Disparbudpora Sumedang, saat itupun dirinya menangis terharu.

Terus terang saat itupun saya langsung teringat mendiang bapa yang telah meninggal sejak tahun 1985 dan ternyata hasil karyanya masih tetap dikenang,”  paparnya.

Mang Koko, siapa tak kenal seniman satu ini, terutama bagi generasi senja. Lagu-lagu ciptaannya kerap kali dinyanyikan dalam ragam acara.

Seniman Sunda legendaris ini, lahir 10 April 1917 dan wafat 4 Oktober 1985. Konon, ia telah mencipta lebih dari 1.000 judul lagu.

Wikipedia mencatat, ayah  Mang Koko bernama Ibrahim alias Sumarta. Ayahnya itu  masih keturunan Sultan Banten (Maulana Hasanuddin). Ia mengikuti pendidikan sejak HIS (1932), MULO Pasundan (1935).

Selepas masa pendidikan ia bekerja sejak 1937 berturut-turut di Bale Pamulang Pasundan, Paguyuban Pasundan, De Javasche Bank; surat kabar harian “Cahaya”, dan harian “Suara Merdeka”.

Lalu bekerja di Jawatan Penerangan Provinsi Jawa Barat dan menjadi guru yang kemudian menjadi Direktur Konservatori Karawitan Bandung (1961-1973).

Karier yang tak kalah mentereng yakni menjadi dosen luar biasa di Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung (sekarang Institut Seni Budaya Indonesia [ISBI]) sampai ia wafat.

Bakat seni yang dimilikinya berasal dari ayahnya yang tercatat sebagai juru mamaos Ciawian dan Cianjuran.

Darah seninya terpupuk berkat pergaulannya dengan seniman karawitan Sunda, terutama Raden Machjar Angga Koesoemadinata.

Selama hidupnya dalam berseni, ia  telah mendirikan berbagai perkumpulan kesenian, di antaranya Jenaka Sunda Kaca Indihiang (1946), Taman Murangkalih (1948), Taman Cangkurileung (1950),

Lainnya, Taman Setiaputra (1950), Kliningan Ganda Mekar (1950), Gamelan Mundinglaya (1951), dan Taman Bincarung (1958).

Mang Koko juga sebagai pendiri Yayasan Cangkurileung pusat, yang cabang-cabangnya tersebar di lingkungan sekolah-sekolah seprovinsi Jawa Barat.

Ia juga mendirikan dan menjadi pimpinan Yayasan Badan Penyelenggara Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI), Bandung (1971). Pernah pula ia menerbitkan majalah kesenian “Swara Cangkurileung” (1970-1983).

Karya cipta kakawihan yang ia buat dikumpulkan dalam berbagai buku, baik yang sudah diterbitkan maupun yang masih berupa naskah-naskah.

Misalnya “Resep Mamaos” (Ganaco, 1948), “Cangkurileung” (3 jilid/MB, 1952), “Ganda Mekar” (Tarate, 1970), “Bincarung” (Tarate, 1970), “Pangajaran Kacapi” (Balebat, 1973),

“Seni Swara Sunda” atau “Pupuh 17” (Mitra Buana, 1984), “Sekar Mayang” (Mitra Buana, 1984), “Layeutan Swara” (YCP, 1984), “Bentang Sulintang” atau “Lagu-lagu Perjuangan” dan sebagainya

Lagu-lagu Mang Koko yang akrab di masyarakat  misalnya “Gondang Pangwangunan”, “Bapa Satar”, “Aduh Asih”, “Samudra”, “Gondang”, “Samagaha”, “Berekat Katitih Mahal”, “Sekar Catur”,

“Sempal Guyon”, “Saha?”, “Ngatrok”, “Kareta Api”, “Istri Tampikan”, “Si Kabayan”, “Si Kabayan jeung Raja Jimbul”, “Aki-Nini Balangantrang”, “Pangeran Jayakarta”, dan “Nyai Dasimah”.

Di antara lagu-lagunya Mang Koko yang terkenal misalnya “Kembang Tanjung Panineungan”, “Kembang Impian”, “Demi Wanci”, “Anggrek Japati”, dan sebagainya.

(Tatang Tarmedi / aneka sumber) ***

Berita Terkait

PT Softex Sumbangan Produk Partisipasi Kegiatan PWI Karawang
Gesrek Festival 2025: BRI Tawarkan Diskon Tiket 30% Lewat BRImo
Kang Farhan Siap Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat
Polres Karawang Amankan Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPR RI di Telukjambe Barat
Akhirnya Korban Tenggelam Warga Telukjambe Timur Temukan di Sungai Citarum
Begini Tata Cara Alur Pelayanan dan Harga Buat Paspor di Imigrasi Karawang
RDP Dugaan Malpraktik di RS Hastien Ricuh , Kadinkes Emosi dan Tak Bisa Tunjukkan Hasil Investigasi
Dinkes Karawang Akan Kawal Kasus Malpraktek di RSU Hastien Rengasdengklok Secara Transparan demi Memberikan Kepastian Keluarga Pasien

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:35 WIB

PT Softex Sumbangan Produk Partisipasi Kegiatan PWI Karawang

Senin, 1 Desember 2025 - 20:58 WIB

Gesrek Festival 2025: BRI Tawarkan Diskon Tiket 30% Lewat BRImo

Senin, 24 November 2025 - 17:26 WIB

Kang Farhan Siap Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat

Kamis, 20 November 2025 - 15:51 WIB

Polres Karawang Amankan Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPR RI di Telukjambe Barat

Minggu, 9 November 2025 - 17:06 WIB

Akhirnya Korban Tenggelam Warga Telukjambe Timur Temukan di Sungai Citarum

Sabtu, 8 November 2025 - 06:55 WIB

Begini Tata Cara Alur Pelayanan dan Harga Buat Paspor di Imigrasi Karawang

Senin, 20 Oktober 2025 - 17:12 WIB

RDP Dugaan Malpraktik di RS Hastien Ricuh , Kadinkes Emosi dan Tak Bisa Tunjukkan Hasil Investigasi

Senin, 13 Oktober 2025 - 15:52 WIB

Dinkes Karawang Akan Kawal Kasus Malpraktek di RSU Hastien Rengasdengklok Secara Transparan demi Memberikan Kepastian Keluarga Pasien

Berita Terbaru

Berita Karawang

Bulan April 2026 Mukab Ke 8 Kadin Karawang di Gelar

Senin, 16 Feb 2026 - 21:15 WIB

Ketua Panitia Pelaksana, Jay Dongkrak

Berita Karawang

90 Atlit Baku Hantam Kejar Prestasi di Rookie Fight Karawang

Senin, 16 Feb 2026 - 21:03 WIB