HARIAN KARAWANG – Keluarga Pencak Silat Nusantara (KPSN) Provinsi Jawa Barat resmi melantik kepengurusan periode 2026–2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Auditorium Lantai 4 Gedung Opon Sopandji, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Sabtu (25/7/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi KPSN Jawa Barat untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pencak silat di tingkat daerah hingga nasional.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting dari unsur organisasi olahraga dan pencak silat, di antaranya Ketua Harian IPSI Jawa Barat Dr. Sony Hersona, S.E., M.M., Ketua Harian PB KPSN Sinung Widagdo, S.H., perwakilan Ketua KORMI Jawa Barat Syarif Nurdin, M.Pd., serta Ketua Harian KPSN Jawa Barat, Bung Ardawi Sumarno, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IPSI Kabupaten Karawang, dan perwakilan Ketua KORMI Kabupaten Karawang Agus Supriatna.
Suasana pelantikan diawali dengan penampilan atraktif peragaan jurus dari kontingen KPSN Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Karawang. Berbagai jurus khas perguruan dipadukan dengan ragam gerak pencak silat, menampilkan kekayaan budaya sekaligus filosofi bela diri Nusantara.

Ketua Panitia Pelantikan, Dr. Nana Suryana Nasution, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelantikan dapat berlangsung sukses.
“Pelantikan ini merupakan amanah organisasi yang harus dilaksanakan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Dalam sambutannya, perwakilan Ketua KORMI Jawa Barat, Syarif Nurdin, M.Pd., mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus baru KPSN Jawa Barat. Ia berharap organisasi tersebut mampu terus memberikan kontribusi bagi perkembangan olahraga masyarakat sekaligus mempertahankan prestasi pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2027.
“KPSN Jawa Barat diharapkan terus meningkatkan prestasi serta menjadi bagian penting dalam kemajuan olahraga masyarakat di Jawa Barat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian IPSI Jawa Barat, Dr. Sony Hersona, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas kiprah KPSN dalam membina dan mengembangkan pencak silat di Jawa Barat. Menurutnya, sebagai salah satu perguruan historis, KPSN memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi seni bela diri warisan budaya bangsa.
Ia juga menegaskan dukungannya agar KPSN Jawa Barat dapat segera menjadi anggota tetap IPSI Jawa Barat.
“Tidak ada alasan bagi KPSN Jawa Barat untuk tidak menjadi anggota tetap IPSI. Kami berharap pada periode ini KPSN Jawa Barat dapat menjadi anggota ke-16 IPSI Jawa Barat,” tegasnya.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Harian PB KPSN, Sinung Widagdo, S.H. Ia memuji pelaksanaan pelantikan yang dinilai berlangsung megah dan penuh khidmat. Namun, ia juga memberikan target besar kepada kepengurusan baru, yakni memperluas jaringan organisasi hingga terbentuk sedikitnya 16 kepengurusan cabang di kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

“Segera bentuk minimal 16 cabang kabupaten dan kota di Jawa Barat. Dalam organisasi tentu ada perbedaan pendapat, tetapi itu harus dimaknai sebagai kekuatan untuk membangun dan membesarkan organisasi yang kita cintai bersama,” ujarnya.
Ketua KPSN Jawa Barat periode 2026–2030, Dr. Burhanuddin Luthfi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus yang telah bekerja keras menyukseskan pelantikan tersebut.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk memperkuat solidaritas serta meningkatkan tata kelola organisasi agar KPSN Jawa Barat semakin berkembang, baik dari sisi pembinaan organisasi maupun peningkatan prestasi.
“Kita harus berkomitmen bersama menjaga dan membesarkan KPSN Jawa Barat. Sebagai perguruan historis, kita memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan pencak silat, baik di Jawa Barat, tingkat nasional, hingga internasional,” ujar Burhanuddin.

Sementara itu, Ketua Harian KPSN Jawa Barat, Bung Ardawi Sumarno, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kepengurusan baru akan langsung bekerja menjalankan amanah organisasi dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi kemajuan pencak silat di Jawa Barat.
“Kami siap memberikan dampak positif terhadap perkembangan pencak silat di Jawa Barat. Kepengurusan KPSN Jawa Barat akan berupaya secara optimal menjalankan seluruh program kerja organisasi, memperkuat pembinaan, memperluas jaringan kepengurusan, serta membangun kolaborasi dengan IPSI, KORMI, pemerintah daerah, dan seluruh insan pencak silat. Kami optimistis KPSN Jawa Barat mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pencak silat di tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” tegas Ardawi.
Pelantikan ini menjadi langkah awal kepengurusan KPSN Jawa Barat periode 2026–2030 dalam memperkuat organisasi sekaligus mewujudkan target strategis, mulai dari perluasan kepengurusan di berbagai kabupaten dan kota, peningkatan prestasi atlet, hingga memperkokoh posisi KPSN sebagai salah satu perguruan pencak silat historis yang terus berkontribusi bagi pelestarian budaya dan kemajuan olahraga pencak silat di Indonesia. (alam)








