Cigumentong Kampung Kecil di Tengah Hutan Buru Kawasan Konservasi Gunung Masigit Kareumbi

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 31 Januari 2024 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSUMEDANG.COM – Cimanggung salah satu wilayah di belahan barat daya Kabupaten Sumedang.

Banyak disebut kawasan industri, karena memiliki karakteristik perekonomian yang lebih dinamis dibandingkan wilayah lain di Kabupaten Sumedang.

Perekonomian penduduk di wilayah ini, bukan hanya dari sektor pertanian. namun juga dari sektor industri pengolahan seperti tekstil, obat-obatan dan garmen.

Di tengah dinamisnya Cimanggung sebagai kawasan industri dan perdagangan, terselip kampung Cigumentong di Desa Sindulang yang banyak disebut sebagai Kampung Adat.

Butuh jalan kaki sekitar 2 jaman untuk bisa sampai di kampung tengah hutan Taman Buru Kawasan Konservasi Gunung Masigit Kareumbi ini.

BACA JUGA:

VIDEO – Disambangi Prabowo Subianto dan Amran Sulaiman, Petani dan Peternak di Sumedang Ungkap Rasa Syukur

NS. Aji Martono: Kolaborasi PROPAMI-OJK Percepat Inovasi di Sektor Keuangan

Hanya sepeda motor trail yang bisa nembus kampung Cigumentong, tapi jalan kaki pun bisa menjadi pilihan, sambil sekalian menyatukan diri dengan alam yang ekosistemnya masih terjaga baik.

Perjalanan dari mulai gerbang masuk Taman Buru Kawasan Konservasi Gunung Masigit Kareumbi menuju ke Cigumentong cukup mendebarkan.

Kanan kiri jalan masih berupa hutan belukar, kabut nyaris tak lepas menutupi jalan, dibumbui gemerincik air selokan yang mengalir bening

Sempat dibuat bingung, ada beberapa persimpangan jalan setapak, pilih jalan yang salah, bisa saja akan tersesat di tengah hutan.

Dari jauh terdengar ramai suara gonggongan anjing, tampaknya di areal itu sedang ada perburuan binatang hutan.

Rasa takut menyeruak, bisa saja ada babi hutan ketakutan lari ke arah kami. Untung di tengah kekhawatiran itu, ada seseorang memberi tahu jalan ke Cigumentong.

Cigumentong sekarang dengan Cigumentong sepuluh tahun lalu cukup jauh berbeda.

Dulu, penerangan rumah penduduk masih gunakan listrik tenaga surya, diantaranya bantuan dari Bupati Sumedang Don Murdono dan listrik tenaga surya dari Program Hibah Bina Desa (PHBD) bantuan Unpad.

Sekarang lampu listrik telah terpasang di rumah warga. Tampaknya listrik dari PLN, bukan lagi nyambung dari kantor Pengelolaan Taman Buru Masigit Kareumbi.

Keterpencilan Cigumentong dari pusat kota Kecamatan Cimanggung membuat warga susah ketika dihadapkan pada situasi darurat.

Pemerintah Kabupaten Sumedang pernah bikin rencana untuk pindahkan warga Cigumentong ke satu wilayah di perbarassn dengan kabupaten Garut.

Namun menurut warga, lokasi tersebut tak sesuai dengan keinginan warga, ” Akhirnya, wacana pindah itu hilang dengan sendirinya. Wacana baru muncul, katanya mau dijadikan kampung adat,” kata warga.

Sekitar sepuluh tahun silam, pernah ramai orang bicarakan Cigumentong kaitan dengan prediksi keberadaan harta karun.

Sebagian warga Cigumentong mengakui akan hal itu, kecurigaan peta harta karun itu kebanyakan di dalam kuburan Tuan Block, alias Mr Yansen.

Dia seorang Belanda yang pernah tinggal di Cigumentong hingga meninggal.

Kuburan Tuan Block pernah dibongkar ternyata harta karun itu tidak terbukti, kecuali, dalam kuburan itu hanya diitemukan piring kuno dan pekakas dari keramik.

Tuan Block menurut warga, pernah tinggal di Cigumentong sekitar tahun 1930-an, membuka usaha budidaya tanaman hias.

Usai Perang Dunia II, ia memilih untuk tetap tinggal di Cigumentong, tidak pulang lagi ke negaranya hingga akhir hayatnya, bahkan ada kabar sebelum meninggal, Tuan Block bagikan lahan garapannya ke masyarakat setempat.

Kampung Cigumentong sudah ada sejak jaman Kerajaan Sumedang Larang yang berdiri pada abad ke-15 M.

Kampung Cigumentong bersama kampung tetangganya, yakni Kampung Cimulu dahulu kala merupakan batas dua Kerajaan yang dibangunkan pos penjaga perbatasan. (Tatang Tarmedi)***

 

Berita Terkait

PT Softex Sumbangan Produk Partisipasi Kegiatan PWI Karawang
Gesrek Festival 2025: BRI Tawarkan Diskon Tiket 30% Lewat BRImo
Kang Farhan Siap Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat
Polres Karawang Amankan Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPR RI di Telukjambe Barat
Akhirnya Korban Tenggelam Warga Telukjambe Timur Temukan di Sungai Citarum
Begini Tata Cara Alur Pelayanan dan Harga Buat Paspor di Imigrasi Karawang
RDP Dugaan Malpraktik di RS Hastien Ricuh , Kadinkes Emosi dan Tak Bisa Tunjukkan Hasil Investigasi
Dinkes Karawang Akan Kawal Kasus Malpraktek di RSU Hastien Rengasdengklok Secara Transparan demi Memberikan Kepastian Keluarga Pasien

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:35 WIB

PT Softex Sumbangan Produk Partisipasi Kegiatan PWI Karawang

Senin, 1 Desember 2025 - 20:58 WIB

Gesrek Festival 2025: BRI Tawarkan Diskon Tiket 30% Lewat BRImo

Senin, 24 November 2025 - 17:26 WIB

Kang Farhan Siap Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat

Kamis, 20 November 2025 - 15:51 WIB

Polres Karawang Amankan Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPR RI di Telukjambe Barat

Minggu, 9 November 2025 - 17:06 WIB

Akhirnya Korban Tenggelam Warga Telukjambe Timur Temukan di Sungai Citarum

Sabtu, 8 November 2025 - 06:55 WIB

Begini Tata Cara Alur Pelayanan dan Harga Buat Paspor di Imigrasi Karawang

Senin, 20 Oktober 2025 - 17:12 WIB

RDP Dugaan Malpraktik di RS Hastien Ricuh , Kadinkes Emosi dan Tak Bisa Tunjukkan Hasil Investigasi

Senin, 13 Oktober 2025 - 15:52 WIB

Dinkes Karawang Akan Kawal Kasus Malpraktek di RSU Hastien Rengasdengklok Secara Transparan demi Memberikan Kepastian Keluarga Pasien

Berita Terbaru

Berita Karawang

Bulan April 2026 Mukab Ke 8 Kadin Karawang di Gelar

Senin, 16 Feb 2026 - 21:15 WIB

Ketua Panitia Pelaksana, Jay Dongkrak

Berita Karawang

90 Atlit Baku Hantam Kejar Prestasi di Rookie Fight Karawang

Senin, 16 Feb 2026 - 21:03 WIB