HARIAN KARAWANG – Perguruan Pencak Silat Rajawali Harimau Kumbang (RAHAKUM) resmi mengukuhkan jajaran pengurus periode 2025–2028 pada Minggu, 26 April 2026, di Padepokan Pusat RAHAKUM, Pasir Kamuning, Telagasari, Karawang. Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Karawang, Dea Eka Rizaldi, SH.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pengurus, anggota perguruan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai unsur pencak silat di Kabupaten Karawang.
Ketua Perguruan RAHAKUM, Adi Susanto, S.Pd., Gr., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan RAHAKUM bukan semata sebagai tempat belajar bela diri, melainkan wadah menjaga dan melestarikan budaya asli pencak silat Indonesia. Ia menyampaikan bahwa dirinya terus berupaya menggali nilai-nilai luhur silat tradisional, termasuk memperkuat identitas pencak silat asli Karawang.

“Saya ingin RAHAKUM hadir untuk menjaga warisan budaya bangsa. Pencak silat bukan hanya soal kemampuan bertarung, tetapi tentang akhlak, kedisiplinan, dan jati diri,” ujar Adi Susanto.
Ia juga berpesan kepada seluruh pengurus, pelatih, dan murid agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif, tetap menjaga kekompakan organisasi, serta terus bersinergi demi kemajuan perguruan. Menurutnya, nama Rajawali Harimau Kumbang mengandung semangat energik, agresif, dan ambisius dalam arti positif untuk mencapai kebaikan.
Sementara itu, Ketua IPSI Karawang, Dea Eka Rizaldi, SH, mengapresiasi langkah RAHAKUM yang telah menata organisasi secara baik melalui pengukuhan kepengurusan resmi. Menurutnya, legalitas dan administrasi yang tertib menjadi syarat penting agar sebuah perguruan tetap eksis dan berkembang.

“RAHAKUM bisa menjadi contoh bagi perguruan lain di Karawang. Organisasi harus jelas, struktur harus kuat, dan pembinaan harus berjalan,” kata Dea Eka Rizaldi.
Ia juga menekankan bahwa perguruan pencak silat tidak cukup hanya berkembang dalam seni tradisi, tetapi harus mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang bisa membawa nama Kabupaten Karawang di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Menurutnya, IPSI Karawang tengah fokus melakukan pembinaan internal dan peningkatan prestasi melalui sistem seleksi atlet yang terbuka dan profesional. Karena itu, seluruh perguruan diminta menyiapkan pesilat terbaiknya untuk mengikuti pembinaan dan kompetisi resmi.

“Saya ingin lahir atlet nasional dari Karawang. Semua perguruan harus ikut berkontribusi menyiapkan generasi terbaik,” tegasnya.
Acara pengukuhan juga diisi dengan pembacaan surat keputusan, ikrar pengurus, penampilan seni pencak silat, doa bersama, dan ramah tamah.
Dengan kepengurusan baru, RAHAKUM diharapkan semakin maju sebagai perguruan yang menjaga budaya, membina akhlak generasi muda, serta melahirkan pesilat-pesilat berprestasi bagi Kabupaten Karawang. (alam)






