Wakil Ketua BERSATHU Rafiudin Penundaan Berangkat Umrah Bukan Solusi, Minta Pemerintah Komunikasi dengan Arab Saudi

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN KARAWANG , – Wakil Ketua Umum Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Haji Umrah (BERSATHU), H.Rafiudin Firdaus menilai penundaan pemberangkatan umroh bukan menjadi menjadi solusi ditengah perang AS- Israel dan Iran.

Dirinya meminta agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Haji dan Umroh, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan dapat berkomunikasi dengan pemerintah Arab Saudi maupun maskapai penerbangan untuk mencarikan jalan keluar yang tidak merugikan para pengusaha biro perjalanan umrah.

“Harapannya gitu ya ke depan tuh ada sebuah komunikasi yang intens, antara pemerintah, setiap sektor terkait, baik dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Haji Umrah gitu ya, bagaimana mencari solusi agar jemaah-jemaah ke depan itu bisa pulang dan tetap berjalan ibadah umrah,” kata Rafi saat diwawancarai di Karawang pada Jumat (6/3/2026).

Dia menyebut, upaya pemulangan jemaah umroh yang tertahan oleh pemerintah telah baik. Pemerintah selalu melakukan pemantauan dengan baik, akan tetapi banyak dari pengusaha biro perjalanan yang terancam alami kerugian besar imbas jemaah yang tertahan tidak bisa pulang.

“Jadi otomatis yang mengeluarkan cost tambahan selama tinggal di sana dan untuk keperluan lain,” beber dia.

Apalagi, kata Rafi, jika travel umrah memiliki paket umrah itikaf. Tentu, semuanya sudah terjadi dan terpesan seperti tiket pesawat, visa, maupun penginapan.

Untuk travel milikinya di Sanema Tour tak masalah, karena penerbangannya menggunakan maskapai Saudia yang langsung tanpa transit.

Namun, untuk travel lain yang maskapainya harus transit ini yang sangat rugi.

“Ini pun perlu diperhatikan karena kita selalu penyelenggara sudah mempersiapkan semuanya nih. Baik tiket sudah kita bayar, akumulasi hotel sudah kita procurement, handling juga kita bayar, bis, dan juga visa juga sudah terbit pada itu, nah ini harus ada solusi yang terbaik,” beber dia.

Kata Rafi, pemerintah harus punya solusi jika terjadi penundaan pemberangkatan. Seperti adanya jaminan uang tiket pemberangkatan pesawat tidak hangus, termasuk hotel dan akomodasi lain yang sudah dibayarkan.

Dia memberikan contoh hitungan, misalkan ada satu grup 30 orang, dan membayar semua kebutuhan seperti tiket, hotel, visa, handling dan lainnya per orang itu Rp 30 juta lebih. Kebutuhan semua itu bisa mencapai Rp 1,2 miliar

Jika semuanya punya 2-3 grup, dikalikan saja itu nilainya cukup besar.

“Pemerintah mungkin salah satu alternatif yang bisa dilakukan apa tadi misalnya, visa itu bisa extend perpanjang sampai normal.
Kedua tadi akumulasi itu dari fund jadi bisa refund lah bagaimana caranya uang itu tidak hangus,” kata Rafi.

“Termasuk juga dengan akumulasi lainnya kayak bis juga nah itu harus handling juga itu harus kembalikan uangnya gitu. Karena kalau tidak, ya ini jelas sangat mengganggu ya cashflow teman-teman di penjanggara pengusaha umrah gitu,” ungkapnya.

Terakhir, Rafi berharap agar perang Israel dengan Iran bisa segera berakhir. Sebab, jika ini berkepanjangan bukan hanya berdampak bagi pemberangkatan jemaah umrah. Akan tetapi juga bisa berdampak untuk pemberangkatan ibadah haji, ” pungkasnya(Jay)

Berita Terkait

Tingkatan Kolaborasi dan Prestasi Mahasiswa, UNSIKA Karawang Jadi Tuan Rumah Pertemuan SELA BKS-PTN Barat Bidang Pendidikan 2026
Brits Hotel Karawang Komitmen Dukung Lestarikan Budaya Daerah Melalui Program Budaya Lokal
Kejagung RI Alokasikan Dana Pembangunan Kantor Kejari Karawang Sebesar 20 M
Malam Satu Suro, PSHT Karawang Gelar Doa Bersama dan Tradisi Bubur Suroan di Padepokan Among Rasa
Dinas P3A Pemerintah Kabupaten Karawang Lakukan Pendampingan Korban Kejahatan Seksual Oknum Pimpinan Majelis Dzikir
Pelaku Diduga Pemimpin Majelis Dzikir Pakisjaya Perkosa Anak Dibawah Umur Hancur Harapan Jadi Polwan
Tingkatkan Laju Digitalisasi, Pupuk Kujang Kembangkan Aplikasi dan Ekosistem AI untuk Efisiensi Operasi
GARDU Desak Pemkab Karawang Bangun SMP Negeri Baru di Rengasdengklok Utara

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:48 WIB

Tingkatan Kolaborasi dan Prestasi Mahasiswa, UNSIKA Karawang Jadi Tuan Rumah Pertemuan SELA BKS-PTN Barat Bidang Pendidikan 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:03 WIB

Brits Hotel Karawang Komitmen Dukung Lestarikan Budaya Daerah Melalui Program Budaya Lokal

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:59 WIB

Kejagung RI Alokasikan Dana Pembangunan Kantor Kejari Karawang Sebesar 20 M

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:49 WIB

Malam Satu Suro, PSHT Karawang Gelar Doa Bersama dan Tradisi Bubur Suroan di Padepokan Among Rasa

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:31 WIB

Dinas P3A Pemerintah Kabupaten Karawang Lakukan Pendampingan Korban Kejahatan Seksual Oknum Pimpinan Majelis Dzikir

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pelaku Diduga Pemimpin Majelis Dzikir Pakisjaya Perkosa Anak Dibawah Umur Hancur Harapan Jadi Polwan

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:24 WIB

Tingkatkan Laju Digitalisasi, Pupuk Kujang Kembangkan Aplikasi dan Ekosistem AI untuk Efisiensi Operasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:50 WIB

GARDU Desak Pemkab Karawang Bangun SMP Negeri Baru di Rengasdengklok Utara

Berita Terbaru