HARIAN KARAWANG – Strategi Terintegrasi Memutus Mata Rantai Traumatis Penyintas KDRT, dan Membangun Ketahanan Ekonomi PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga) di Auditorium RS. Bayukarta pada hari Kamis, 23 Juli 2026 yang lalu. Dengan dihadiri oleh 30 peserta (penyintas KDRT dan PEKKA) dari seluruh kecamatan yang ada di Karawang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat bagi perempuan Karawang dalam melepaskan trauma yang di alami, dengan teknik manajemen stress yang disampaikan oleh dr. Fakhrurrozy Nasron, S.P.KJ RS. Bayu Karta Karawang.
Pementasan monolog berjudul “Dibalik Pintu Hati” yang diperankan oleh Alya Nur Paramita dari Teater Gabung Unsika, menambah kesan mendalam bagi para peserta, karena sangat menggambarkan kehidupan perempuan sehari-hari yang penuh dengan luka terpendam.
Dukungan kegiatan ini juga disambut baik oleh Ibu Sadiyah, SH selaku kepala bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga DP3A Karawang, dalam memberikan materi pola asuh positif kepada anak ditengah ibu bekerja agar traumatis ibu tidak diturunkan kepada anak, karena perempuan sebagai ibu mampu memberikan pengasuhan yang tepat ditengah perjuangannya untuk mandiri secara finansial.
DPD KNPI Karawang, berharap bisa menjadi wadah dan jembatan untuk perempuan Karawang bisa mandiri secara finansial.
Dalam acara tersebut DPD KNPI Karawang juga menghadirkan Zora Indonesia dan Wardah untuk memberikan pelatihan kepada perempuan Karawang, agar memiliki skill dan mampu mengembangkan potensi diri dengan usaha Make Up Artist (MUA) dan Affiliate Logam Mulia Silver.
DPD KNPI Karawang juga berharap, dengan adanya kegiatan bisa berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan yang capaiannya dapat dirasakan oleh masyarakat Karawang terkhusus perempuan dan anak.” pungkasnya.(Jay)








