HARIAN KARAWANG – Siapa sangka sebuah kedai kopi di Karawang mampu menjadi magnet ratusan pasang mata dan melahirkan semangat kompetisi esports yang serius. Perantau Kopi, kedai yang berlokasi di Bubulak Jatibaru, Kelurahan Tanjungpura, Karawang, sukses menggelar Perantau Turnamen MLBB 2026 pada 10–11 Januari 2026.
Turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tersebut diikuti 21 tim dan berlangsung sengit sejak babak awal hingga final. Riuh dukungan penonton memuncak saat Travail E-Sport memastikan diri sebagai juara utama, menegaskan bahwa Karawang memiliki potensi besar di dunia esports.
Namun, lebih dari sekadar adu mekanik dan strategi, turnamen ini menyimpan pesan yang lebih dalam. Perantau Kopi hadir bukan hanya sebagai tempat nongkrong, tetapi sebagai ruang pembinaan mental, karakter, dan masa depan pemuda Karawang.
Bukan Sekadar Main Gim, Ini Filosofi “Peran dan Tau”
Owner Perantau Kopi sekaligus Ketua Pelaksana, Dino Robika Patardo, menegaskan bahwa turnamen ini lahir dari filosofi kuat yang menjadi identitas Perantau Kopi.
“Nama Perantau berasal dari dua kata: Peran dan Tau. Kami percaya, sebelum mengajarkan apa pun, kami harus berani mengambil peran nyata. Dari situlah kami punya alasan untuk memberi tau, memberi edukasi,” ujar Dino.
Menurutnya, esports bukan dunia instan. Dibutuhkan disiplin, kontrol emosi, kerja tim, dan mental bertanding yang kuat. Semua nilai itu sengaja ditanamkan melalui konsep turnamen yang profesional dan kompetitif.
“Anak-anak muda Karawang harus tau, esports bukan cuma soal menang-kalah atau main gim sampai larut malam. Ini tentang sikap, tanggung jawab, dan mental atlet,” tegasnya.
Disorot Sponsor, Dinilai Jadi Investasi Karakter
Langkah Perantau Kopi ini mendapat perhatian dan dukungan dari CV. Sinergi Rizki Abadi sebagai sponsor utama. Perusahaan tersebut menilai turnamen ini bukan sekadar hiburan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan karakter pemuda.
Direktur Utama CV. Sinergi Rizki Abadi, Rizki Soelaiman, S.Ikom, menyampaikan apresiasinya atas konsep yang diusung Perantau Kopi.
“Kami melihat Perantau Kopi tidak hanya membuat acara, tapi membangun ekosistem. Mereka mengambil peran untuk merangkul pemuda, lalu memberi tau nilai-nilai positif. Ini langkah yang patut didukung,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu melahirkan atlet esports Karawang yang berprestasi di level lebih tinggi.

Target Selanjutnya: Inkubator Esports Karawang
Kesuksesan turnamen MLBB 2026 ini menjadi pijakan awal bagi visi besar Perantau Kopi. Dino menyebut, ke depan Perantau Kopi ingin menjadi Inkubator dan Pusat Pengetahuan Esports di Karawang.
Rencananya, Perantau Kopi akan menggelar liga rutin, pembinaan berkelanjutan, hingga coaching clinic bagi pemain muda berbakat.
“Kami ingin tempat ini jadi kawah candradimuka. Dari sini lahir pemain-pemain yang tau teknik, tau etika, dan tau bagaimana menjadi juara sejati,” pungkas Dino.
Keberhasilan Perantau Turnamen MLBB 2026 membuktikan bahwa kedai kopi bisa bertransformasi menjadi pusat lahirnya talenta esports dan ruang positif bagi generasi muda Karawang.
Tentang Perantau Kopi
Perantau Kopi berlokasi di Bubulak Jatibaru, Tanjungpura, Karawang. Mengusung filosofi Peran (aksi nyata) dan Tau (edukasi), Perantau Kopi aktif menjadi ruang inklusif bagi berbagai kegiatan positif, mulai dari diskusi, seni, hingga pengembangan esports sebagai sarana pembentukan karakter pemuda Karawang. (Jay)
Penulis : Jay
Editor : Alam















