Jambore Silat Tadjimalela Karawang 2025: Kobarkan Semangat Persatuan dan Kebangkitan Pesilat Muda

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN KARAWANG – Ratusan pesilat muda dari berbagai unit latihan Perguruan Silat Tadjimalela se-Kabupaten Karawang akan berkumpul dalam ajang Jambore Silat dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tadjimalela Cabang Karawang Tahun 2025. Kegiatan akbar ini digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 25–26 Oktober 2025, di halaman Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan.

Dengan mengusung tema “Kebangkitan dan Semangat Persatuan Menuju Hidup 1000 Tahun Lagi”, acara ini diikuti oleh 150 peserta yang akan menjalani ujian kenaikan tingkat sekaligus memperkuat tali persaudaraan antar anggota.

Ketua Umum PS Tadjimalela Cabang Karawang, Saepudin Lubis, menyampaikan bahwa kegiatan jambore ini bukan sekadar ujian fisik dan teknik, melainkan juga momentum memperkokoh nilai-nilai luhur perguruan.

“Jambore dan UKT Cabang Karawang merupakan upaya peningkatan kualitas. Alhamdulillah, Tadjimalela terus berkomitmen mempersiapkan atlet-atlet berprestasi untuk Kabupaten Karawang. Harapannya, melalui kegiatan ini, Tadjimalela semakin solid dan berkembang di bumi pangkal perjuangan Karawang,” ujar Saepudin.

Selain ujian dan perkemahan silat, kegiatan ini juga akan diisi dengan pentas seni pencak silat, latihan bersama lintas unit, serta pembinaan mental-spiritual yang menjadi ciri khas ajaran Tadjimalela.

Warisan Luhur dari Kang Djadjat Paramour
Perguruan Silat Tadjimalela didirikan pada 14 Agustus 1974 oleh R. Djadjat Koesoemahdinata atau lebih dikenal dengan nama Kang Djadjat Paramour. Nama Tadjimalela diambil dari sosok Prabu Tadjimalela, Raja Sumedang Larang, Jawa Barat, yang memiliki garis keturunan dengan sang pendiri.

Kang Djadjat mendirikan perguruan ini berawal dari keprihatinan terhadap maraknya bela diri asing yang menggeser pencak silat—warisan luhur bangsa Indonesia. Ia bertekad menjadikan pencak silat sejajar, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding bela diri luar.

Melalui doa, tirakat, dan pengembaraan batin, Kang Djadjat memperoleh ilham untuk menamai perguruannya Tadjimalela. Ia menanamkan falsafah “Tadjimalela kudu hirup sarebu taun deui” – Tadjimalela harus hidup seribu tahun lagi.

Falsafah dan Nilai Tadjimalela
Warisan spiritual Tadjimalela dirangkum dalam Panca Darma Tadjimalela, yaitu:
TA – Taklukan nafsu jahat dalam diri
DJI – Djiwa murni pangkal keluhuran budi
MA – Mantapkan rasa penyerahan diri terhadap Tuhan
LE – Lekatkan keberanian di taraf kebenaran
LA – Lapangkan rasa rendah hati di mata kesombongan

Nilai-nilai ini menjadi fondasi bagi setiap anggota Tadjimalela, bukan hanya dalam latihan bela diri, tetapi juga dalam membentuk kepribadian yang berakhlak, berani, dan berjiwa luhur.

Perkembangan Tadjimalela di Karawang
Perjalanan Tadjimalela di Karawang dimulai tahun 1987, digagas oleh Drs. Endang Sobirin dari Rengasdengklok dan Haidir dari Cilamaya—dua mahasiswa IAIN SGD Bandung yang ingin membumikan seni bela diri asli Sunda di tanah kelahiran mereka.

Sejak resmi menjadi anggota IPSI Kabupaten Karawang pada 1992, Tadjimalela Cabang Karawang berkembang pesat dengan puluhan unit latihan (UNLAT) di sekolah-sekolah, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi. Kini, Tadjimalela telah melahirkan generasi pesilat berprestasi, pelatih tangguh, dan tokoh masyarakat yang menjunjung tinggi nilai budaya dan spiritualitas.

Semangat Tak Pernah Padam
Melalui Jambore Silat 2025 ini, PS Tadjimalela Cabang Karawang membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan pelestarian budaya lokal tetap menyala. Sejalan dengan pesan leluhur perguruan:

“Batur usik, urang anggeus” — Ketika orang lain baru bergerak, kita sudah selesai.

Sebuah semboyan yang mencerminkan ketepatan, kesiapan, dan keteguhan dalam setiap langkah seorang pesilat Tadjimalela. (alam)

Berita Terkait

Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Ikhsan Siswa SDN Kalijati II Ingin Bertemu Presiden Prabowo dan Bupati Aep
Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto Tingkatkan Pelayanan Terbaik Melalui Program GAZZ
​Tim Debat Hukum FH Unsika Boyong Juara 1 dan Best Speaker dalam Lawyear Event di UNAS
PHE ONWJ Bergerak Cepat Respons Laporan Nelayan Soal Gelembung di Perairan Karawang
DPD KNPI Karawang Adakan Kegiatan Sekolah Pemuda TRANSFORMASI SOSIAL,DiHUT KNPI ke 53 Tahun
KPSN Jawa Barat Resmi Dilantik di Karawang, Target Perluas Kepengurusan di 16 Kabupaten/Kota
GARDU Soroti Penjualan Paket Seragam SMP Negeri, Wali Murid di Karawang Minta Transparansi Harga
GARDU Dorong Bupati Karawang Segera Bangun Pasar Rakyat di Rengasdengklok

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Ikhsan Siswa SDN Kalijati II Ingin Bertemu Presiden Prabowo dan Bupati Aep

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto Tingkatkan Pelayanan Terbaik Melalui Program GAZZ

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

​Tim Debat Hukum FH Unsika Boyong Juara 1 dan Best Speaker dalam Lawyear Event di UNAS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:24 WIB

PHE ONWJ Bergerak Cepat Respons Laporan Nelayan Soal Gelembung di Perairan Karawang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:37 WIB

DPD KNPI Karawang Adakan Kegiatan Sekolah Pemuda TRANSFORMASI SOSIAL,DiHUT KNPI ke 53 Tahun

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:29 WIB

KPSN Jawa Barat Resmi Dilantik di Karawang, Target Perluas Kepengurusan di 16 Kabupaten/Kota

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:51 WIB

GARDU Soroti Penjualan Paket Seragam SMP Negeri, Wali Murid di Karawang Minta Transparansi Harga

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:46 WIB

GARDU Dorong Bupati Karawang Segera Bangun Pasar Rakyat di Rengasdengklok

Berita Terbaru