HUT ke-51, Pupuk Kujang Gelar Wayang Golek 3 Dalang Asli Cikampek

Pupuk Kujang mengekspresikan rasa syukur saat ulang tahun perusahaan melalui pagelaran seni budaya untuk dinikmati masyarakat

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kujang, Iyan Fajri saat menyerahkan bantuan operasional kepada Forkopimcam Cikampek

Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kujang, Iyan Fajri saat menyerahkan bantuan operasional kepada Forkopimcam Cikampek

HARIAN KARAWANG  – Pupuk Kujang Cikampek kembali menggelar pagelaran budaya wayang golek purwa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) perusahaan yang ke-51. Pertunjukkan tersebut adalah ajang apresiasi, dan pelestarian wayang golek purwa yang melibatkan para dalang dari Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Berbeda dari biasanya, hajat tahunan yang berlangsung di kawasan PT Pupuk Kujang pada Sabtu malam, 4 Juli 2026 ini menyuguhkan pertunjukan spesial. Pupuk Kujang secara khusus mementaskan kolaborasi tiga dalang yang seluruhnya merupakan putra daerah asli Cikampek, yaitu Ki Dalang Apep AS Hudaya (Giri Komara), Rama Sano Miharja (Putra Duta Komara), dan dalang muda Akmal Alurwenda. Pagelaran akbar ini sukses menyedot antusiasme ratusan warga yang memadati area hingga larut malam.

“Ini adalah pentas kolaboratif, dari tiga dalang sekaligus, kami ingin memberikan ruang ekspresi bagi dalang muda, maupun senior, meningkatkan apresiasi masyarakat pada budaya lokal, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui cerita-cerita dan kebijaksanaan dalam pewayangan,” ungkapnya Desra Heriman, Ketua Panitia HUT ke-51 Pupuk Kujang, Selasa (7/7/2026).

Desra menuturkan, pagelaran budaya ini bukan hanya upaya pelestarian warisan budaya leluhur, namun juga upaya mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral dan adat.

Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kujang, Iyan Fajri menyatakan, konsistensi Pupuk Kujang dalam menggelar wayang golek setiap hari jadi perusahaan merupakan wujud komitmen pelestarian budaya Sunda, sekaligus ruang silaturahmi langsung antara perusahaan dan warga. Penampilan tiga dalang asli Cikampek ini menjadi bukti nyata bahwa wilayah ini kaya akan talenta seni yang luar biasa.

“Wayang golek bukan sekadar hiburan bagi kami, melainkan tradisi tahunan perusahaan untuk merayakan hari jadi bersama masyarakat. Malam ini terasa sangat istimewa karena panggung HUT ke-51 Pupuk Kujang sepenuhnya diisi oleh talenta-talenta hebat asli Cikampek. Ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan kami terhadap potensi seniman lokal yang berada di ring satu perusahaan,” ujar Iyan.

Sinergi dan Dukungan Operasional untuk Unsur Forkopimcam
Tidak hanya menyajikan pesta rakyat, Pupuk Kujang juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan (stakeholders) setempat. Sebelum peluit pertama pertunjukan wayang ditiup, manajemen Pupuk Kujang menyerahkan bantuan operasional secara simbolis kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cikampek.

Bantuan operasional tersebut diserahkan langsung kepada pihak Pemerintah Desa di Cikampek, Pemerintah Kecamatan Cikampek, Kepolisian Sektor (Polsek) Cikampek, dan Komando Rayon Militer (Danramil) Cikampek.

Iyan menambahkan, bantuan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan publik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Cikampek, yang menjadi jantung operasional perusahaan.

“Sebagai bagian dari holding Pupuk Indonesia, Pupuk Kujang tidak hanya fokus pada ketahanan pangan dan pertumbuhan bisnis, tetapi juga bertanggung jawab memastikan lingkungan sekitar tumbuh bersama secara harmonis. Dukungan operasional kepada pihak kecamatan, desa, polsek, dan koramil ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung pelayanan masyarakat yang lebih prima,” kata Iyan.

Kemeriahan malam puncak HUT ke-51 Pupuk Kujang ini juga dilengkapi dengan penampilan tarian tradisional dari Sanggar Tari Mustika Candrasari.

“Acara berlangsung khidmat, dan dihadiri oleh tokoh masyarakat serta jajaran pejabat daerah setempat”. pungkasnya. (Jay)

Berita Terkait

Warga Sabajaya Pertanyakan Pencalonan BPD, Ketua Umum GARDU Nana Satria Permana Siap Kawal Audiensi ke DPMD Karawang
Ribuan Warga Karawang Padati Nobar Final Piala Dunia 2026, Omset UMKM Capai Rp 1,19 Miliar
Rakercab PSHT Karawang Bahas Evaluasi dan Program Kerja 2026/2027 di Padepokan Among Rasa
Oknum Polisi Di Karawang Tabrak Lari Siswa MTSN 3
PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang
Masyarakat Desa Kertajaya Dukung Audit Khusus Inspektorat, Minta Pemeriksaan Profesional dan Transparan
GARDU Ingatkan Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Dana Desa Kemiri Harus Diproses Secara Hukum
Inspektorat Kabupaten Karawang Riksus 67 Desa Jelang Pilkades , Petahana Bermasalah Diambang Tidak Ikut Pilkades

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Warga Sabajaya Pertanyakan Pencalonan BPD, Ketua Umum GARDU Nana Satria Permana Siap Kawal Audiensi ke DPMD Karawang

Senin, 20 Juli 2026 - 08:17 WIB

Ribuan Warga Karawang Padati Nobar Final Piala Dunia 2026, Omset UMKM Capai Rp 1,19 Miliar

Senin, 20 Juli 2026 - 07:44 WIB

Rakercab PSHT Karawang Bahas Evaluasi dan Program Kerja 2026/2027 di Padepokan Among Rasa

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:21 WIB

Oknum Polisi Di Karawang Tabrak Lari Siswa MTSN 3

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:02 WIB

PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Masyarakat Desa Kertajaya Dukung Audit Khusus Inspektorat, Minta Pemeriksaan Profesional dan Transparan

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:03 WIB

GARDU Ingatkan Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Dana Desa Kemiri Harus Diproses Secara Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:22 WIB

Inspektorat Kabupaten Karawang Riksus 67 Desa Jelang Pilkades , Petahana Bermasalah Diambang Tidak Ikut Pilkades

Berita Terbaru