Budaya K3 di Pupuk Kujang bisa turut mendorong kemampuan masyarakat menghadapi situasi darurat

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 15 April 2026 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN KARAWANG, – PT Pupuk Kujang Cikampek kembali mempertegas komitmennya dalam menyebarkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hingga ke lapisan masyarakat melalui gelaran Hose Drill Contest. Ajang ketangkasan tahunan ini tak hanya diikuti karyawan namun juga melibatkan warga dari desa-desa di sekitar perusahaan.

Berbeda dengan latihan rutin biasanya, Hose Drill Contest tahun ini dirancang sebagai simulasi komprehensif. Para peserta ditantang menghadapi berbagai skenario situasi darurat, mulai dari memadamkan api yang berkobar, penanganan situasi banjir, hingga melewati berbagai halang rintang yang menuntut ketangkasan fisik dan mental.

Ajang ini bukan sekadar unjuk ketangkasan, melainkan sarana transfer pengetahuan di mana karyawan, mitra tenant, dan warga desa duduk bersama mensimulasikan penanganan kondisi darurat. Para peserta dilatih secara taktis untuk menanggulangi berbagai potensi bahaya, mulai dari teknik pemadaman api, evakuasi saat banjir, hingga manajemen risiko di lingkungan pemukiman.

Direktur Operasi dan Produksi PT Pupuk Kujang, Arlyza Eka Wijayanti, menyatakan program ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan dalam memastikan ekosistem sekitar industri memiliki kapasitas keselamatan yang mumpuni. Tahun ini, komitmen tersebut diwujudkan dengan kehadiran 10 tim perwakilan dari 10 desa di sekitar area perusahaan.

“Ini adalah bentuk kepedulian perusahaan bahwa kemampuan menjaga keselamatan dan kesehatan bukan hanya untuk karyawan saja, tapi juga untuk masyarakat dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” tutur Arlyza.

Ia menekankan bahwa tujuan utama dari kolaborasi ini adalah lahirnya kemandirian warga dalam menghadapi situasi berbahaya. “Kami harap, budaya K3 di Pupuk Kujang terintegrasi dengan masyarakat sekitar. Setiap individu, baik karyawan maupun warga, diharapkan memiliki kapasitas ketangkasan yang baik saat menghadapi situasi darurat, baik di lingkungan kerja maupun di rumah tangga,” imbuhnya.

Senada dengan visi tersebut, Camat Cikampek, Adi Firmansyah, menilai langkah konversi pengetahuan dari dunia industri ke masyarakat ini sangat krusial dalam menekan angka kerawanan di wilayahnya.

“Saya kira ini langkah yang sangat efektif. Pengetahuan yang selama ini mungkin sebatas teori, kini dipraktikkan langsung di lapangan. Dengan simulasi seperti ini, warga akan terbiasa dan tidak akan panik saat menghadapi kejadian darurat,” ujar Adi.

Adi berharap prinsip-prinsip K3 yang ketat di industri dapat menjadi bagian dari pola pikir sehari-hari masyarakat Cikampek, seperti dalam pengelolaan listrik yang bijak maupun kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

“Budaya K3 ini bisa dikonversi ke kehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga bisa menjawab masalah yang ada di lingkungan. Saat ini baru satu desa satu tim, kami berharap ke depan lebih banyak masyarakat yang terlibat sehingga budaya keselamatan ini benar-benar mengakar di tengah masyarakat Cikampek,” tutupnya.

Melalui konsistensi dalam penyebaran budaya K3 ini, seluruh insan Pupuk Kujang diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, selamat, dan tangguh bagi seluruh pemangku kepentingan di wilayah Cikampek. (Jay)

Berita Terkait

IPSI Karawang Sudah Siapkan Pelatih Pencak Silat Berbasis Pedagogik, Kini Semakin Relevan di Sekolah
Jelang Pilkades Karawang, GARDU Soroti Temuan Desa, Jiros: Penyelesaian Harus Transparan
Lima Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda, PWI Karawang Gelar Doa Bersama
Pupuk Kujang Gandeng PLN EPI dan CISRI HYPOR untuk Kembangkan Gas Hidrogen dari Biomassa
Cegah TPPO dan TPPM, Imigrasi Karawang Tolak 375 Permohonan Paspor
Sempat Mangkir dari Panggilan, Kejari Karawang Akhirnya Tahan Tersangka HJ dalam Perkara Korupsi KPR PT Bumi Arta Sedayu
Kejaksaan Negeri Karawang Menetapkan Tersangka Baru Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyaluran Kredit KPR Bank Himbara
104 Tahun Persaudaraan Setia Hati Terate untuk Negeri, Ketua Cabang Karawang Ajak Perkuat Persaudaraan dan Jaga Ajaran

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 18:29 WIB

IPSI Karawang Sudah Siapkan Pelatih Pencak Silat Berbasis Pedagogik, Kini Semakin Relevan di Sekolah

Kamis, 17 September 2026 - 11:39 WIB

Jelang Pilkades Karawang, GARDU Soroti Temuan Desa, Jiros: Penyelesaian Harus Transparan

Jumat, 11 September 2026 - 20:03 WIB

Lima Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda, PWI Karawang Gelar Doa Bersama

Kamis, 10 September 2026 - 09:24 WIB

Pupuk Kujang Gandeng PLN EPI dan CISRI HYPOR untuk Kembangkan Gas Hidrogen dari Biomassa

Kamis, 10 September 2026 - 09:23 WIB

Cegah TPPO dan TPPM, Imigrasi Karawang Tolak 375 Permohonan Paspor

Selasa, 8 September 2026 - 20:44 WIB

Sempat Mangkir dari Panggilan, Kejari Karawang Akhirnya Tahan Tersangka HJ dalam Perkara Korupsi KPR PT Bumi Arta Sedayu

Selasa, 8 September 2026 - 07:43 WIB

Kejaksaan Negeri Karawang Menetapkan Tersangka Baru Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyaluran Kredit KPR Bank Himbara

Rabu, 2 September 2026 - 18:59 WIB

104 Tahun Persaudaraan Setia Hati Terate untuk Negeri, Ketua Cabang Karawang Ajak Perkuat Persaudaraan dan Jaga Ajaran

Berita Terbaru