Pupuk Kujang Ubah Sampah Plastik jadi Bahan Bakar Alternatif

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN KARAWANG, – PT Pupuk Kujang, anak perusahaan Pupuk Indonesia (Persero) terus mencegah sampah plastik menjadi masalah.

Caranya, dengan melakukan daur ulang, sehingga sampah tidak menumpuk. Dengan menggunakan alat khusus, sampah plastik bisa diubah menjadi bahan bakar alternatif.

Kasmadi, VP Departemen K3LH Pupuk Kujang mengatakan, sebelum diubah menjadi bahan bakar cair, seluruh sampah plastik di kawasan Pupuk Kujang seperti kresek, botol minuman kemasan, hingga berbagai sampah plastik lainnya akan dikumpulkan untuk dipilah. Menggunakan alat khusus, plastik-plastik yang telah dipilih akan diolah sedemikian rupa hingga berubah bentuk menjadi bahan bakar.

“Dalam menjalankan program ini, kita bekerja sama dengan Get Plastic, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang lingkungan hidup,” ungkap Kasmadi, Rabu(17/12/2025).

Get Plastic, ujar Kasmadi, menyediakan mesin pirolisis, suatu alat untuk membakar sampah plastik. Namun dengan penyesuaian tertentu, sebuah sistem penyulingan ditancapkan di alat tersebut, sehingga asap hasil pembakaran plastik langsung disuling menjadi cairan.

“Cairan itu yang bisa menjadi bahan bakar minyak,” kata Kasmadi.

Kasmadi menyatakan, dengan program tersebut, masalah sampah plastik diharap bisa ditanggulangi. Selain itu, bahan bakar minyak dari sampah plastik tersebut, bisa menjadi alternatif, karena ada opsi untuk digunakan di bagian transportasi perusahaan.

“Selain bisa mencegah penumpukan sampah di lingkungan perusahaan, program ini bisa membuat biaya BBM transportasi lebih efisien. Itu keuntungannya,” kata Kasmadi.

Ia optimistis, bahan bakar yang dihasilkan bisa menjadi alternatif karena, BBM dari sampah plastik yang diolah setara dengan bensin non subsidi yang dijual di Indonesia.

Ine Febriyanti, Divisi Program Get Plastic mengatakan, Berdasarkan hasil pengecekan laboratorium Pertamina (Persero), BBM yang dihasilkan memiliki kadar research octan number hingga 92,3.

Minyak yang dihasilkan dari daur ulang sampah plastik itu juga telah diuji di laboratorium Sucofindo dan LEMIGAS, hingga dicek oleh Kelompok Teknologi Separasi, Katalis, dan Permodelan.

“Minyak yang dihasilkan dari sampah plastik ini sangat aman digunakan kendaraan bermotor,” kata Ine.

Di tahap awal ini, kata Ine, satu unit mesin pirolisis telah siaga untuk digunakan di perumahan Pupuk Kujang. Dengan alat tersebut, sebanyak 5 kilo gram sampah plastik bisa menghasilkan 5 liter bahan bakar.

Selain menghasilkan BBM alternatif, alat tersebut juga bisa mengubah plastik mejadi briket atau bahan bakar padat. Sebab, ketika sampah plastik dipanaskan dalam kondisi tanpa oksigen atau dengan oksigen sangat terbatas, proses itu bisa memecah plastik menjadi tiga bentuk, yakni cairan, gas, dan padat. “Yang cair, menjadi bbm, yang padat menjadi briket,” kata Ine.

Dikutip dari Fullrene Journal of Chemistry, priolisis sampah plastik bisa menghasilkan fraksi bensin sebesar 36,20 persen dalam bentuk asap cair. Kandungan kimianya mencakup 45 senyawa, termasuk alkana, alkena, sikloalkana, hingga alkohol.

“Teknologi priolisis juga tercatat pernah diuji di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dilansir dari ipb.ac.id, tim mahasiswa IPB bisa mengolah sampah plastik dan sampah pertanian menjadi energi terbarukan”, pungkasnya.(Jay)

Berita Terkait

12.508 Peserta Ikuti Ujian Nasional UTBK SNBT 2026 Berlokasi di Kampus Unsika Karawang
Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia 54 Tahun
Kejari Karawang Terapkan Skema WFH-WFO, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Optimal
Pelaksanaan WFH Perumdam Tirta Tarum Karawang Mulai Jumat Besok
Budaya K3 di Pupuk Kujang bisa turut mendorong kemampuan masyarakat menghadapi situasi darurat
IPSI CUP 2026: Ajang Bergengsi Pencak Silat Karawang, Wadah Lahirnya Atlet Berprestasi Menuju POPWILDA
Pererat Silaturahmi dan Kembali Fokus Latihan, PSHT Karawang Gelar Halal Bihalal Akbar di Padepokan Among Rasa
Sinergi Pesilat, FKPPI, dan Pramuka: Tebar Takjil Gratis di Pasar Wadas Lemahabang

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:25 WIB

12.508 Peserta Ikuti Ujian Nasional UTBK SNBT 2026 Berlokasi di Kampus Unsika Karawang

Sabtu, 18 April 2026 - 11:56 WIB

Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia 54 Tahun

Kamis, 16 April 2026 - 18:08 WIB

Kejari Karawang Terapkan Skema WFH-WFO, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Optimal

Kamis, 16 April 2026 - 12:45 WIB

Pelaksanaan WFH Perumdam Tirta Tarum Karawang Mulai Jumat Besok

Rabu, 15 April 2026 - 21:46 WIB

Budaya K3 di Pupuk Kujang bisa turut mendorong kemampuan masyarakat menghadapi situasi darurat

Jumat, 10 April 2026 - 19:30 WIB

IPSI CUP 2026: Ajang Bergengsi Pencak Silat Karawang, Wadah Lahirnya Atlet Berprestasi Menuju POPWILDA

Minggu, 5 April 2026 - 08:55 WIB

Pererat Silaturahmi dan Kembali Fokus Latihan, PSHT Karawang Gelar Halal Bihalal Akbar di Padepokan Among Rasa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:18 WIB

Sinergi Pesilat, FKPPI, dan Pramuka: Tebar Takjil Gratis di Pasar Wadas Lemahabang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:00 WIB