Pakar Politik Sebut Tindakan Presiden Prabowo Redam Kerusuhan Sudah Tepat

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 3 September 2025 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN KARAWANG — Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia (UI), Aditya Perdana, menyatakan bahwa aksi demonstrasi memang bagian dari demokrasi. Namun ia menegaskan, ketika penyampaian aspirasi dilakukan secara merusak dan anarkis, konsekuensinya justru merugikan publik.

“Ketika cara-caranya merusak dan anarkis, tentu mempunyai konsekuensi yang tidak diinginkan, termasuk kerusakan fasilitas umum. Pada akhirnya masyarakat juga yang susah karena tidak bisa menikmati fasum” ujarnya dalam sebuah wawancara di stasiun televisi, Selasa (2/9).

Menurut Aditya, aksi anarkis sering kali muncul karena dilakukan secara berlebihan. Kondisi itu, katanya, menimbulkan ketidakpercayaan di masyarakat. Ia pun menilai langkah cepat Presiden Prabowo Subianto mengundang tokoh agama dan organisasi masyarakat sebagai hal yang tepat.

“Presiden melakukan respon cepat itu merupakan hal yang tepat, karena memang ini harus ditangani dengan sangat serius dan dengan langkah cepat,” tambahnya.

Aditya juga mendorong pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang digital serta menunjukkan empati pada masyarakat.

“Hari ini tidak cukup hanya dengan minta maaf, jadi harus ada langkah konkret” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Marsudi Syuhud, mengingatkan bahwa agama telah mengajarkan cara menyampaikan kritik dengan kesabaran.

“Kita menyampaikan hak boleh, tapi merusak dan menjarah itu jelas merusak hukum, baik dari hukum agama atau hukum positif,” katanya.

Marsudi menekankan pentingnya menjaga jiwa dan harta publik saat aksi berlangsung. Ia juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang merangkul tokoh lintas agama.

“Bangsa ini butuh bersatu untuk membangun. Kalau ditambahi dengan bertengkar, jelas lebih baik kita saling nyaman dan enak,” pungkasnya. **

Berita Terkait

PWI Pusat Buka Puasa Bersama Yatim Piatu, Momentum Ramadan Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Di Pelantikan APDESI, Sekjen Kemendagri Kembali Ingatkan Pentingnya Bekerja untuk Rakyat
Presiden Prabowo Akan Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026
Kasatgas Tito Karnavian Tinjau Pengungsi di Aceh Utara Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Cepat.
Wamendagri Wiyagus Tegaskan Penting Peran Strategis BUMD Dorong Perekonomian Daerah
Dirjen Imigrasi Lakukan Operasi Wirawaspada Amankan 220 WNA Diduga Melanggar Izin Tinggal
Menteri PKP – PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Subsidi Bagi Wartawan
BNET Academy Umumkan Penyelesaian Program Nasional KMG- 130 Guru SMK Bersama LPDP dan Kemendikdasmen Tingkatkan Kompetensi Berbasis Industri

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:22 WIB

PWI Pusat Buka Puasa Bersama Yatim Piatu, Momentum Ramadan Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Senin, 16 Februari 2026 - 20:44 WIB

Di Pelantikan APDESI, Sekjen Kemendagri Kembali Ingatkan Pentingnya Bekerja untuk Rakyat

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:57 WIB

Presiden Prabowo Akan Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:35 WIB

Kasatgas Tito Karnavian Tinjau Pengungsi di Aceh Utara Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Cepat.

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:35 WIB

Wamendagri Wiyagus Tegaskan Penting Peran Strategis BUMD Dorong Perekonomian Daerah

Selasa, 16 Desember 2025 - 21:02 WIB

Dirjen Imigrasi Lakukan Operasi Wirawaspada Amankan 220 WNA Diduga Melanggar Izin Tinggal

Sabtu, 6 Desember 2025 - 09:36 WIB

Menteri PKP – PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Subsidi Bagi Wartawan

Senin, 1 Desember 2025 - 08:42 WIB

BNET Academy Umumkan Penyelesaian Program Nasional KMG- 130 Guru SMK Bersama LPDP dan Kemendikdasmen Tingkatkan Kompetensi Berbasis Industri

Berita Terbaru