HARIAN KARAWANG– Taman Baca Masyarakat (TBM) Tepas Elmu Desa Kemiri terus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di lingkungan desa. Pada tahun 2026, TBM Tepas Elmu melaksanakan kegiatan pembelajaran aritmatika sebagai upaya memperkuat pemahaman dasar matematika anak-anak sejak usia sekolah dasar.
Kegiatan pembelajaran ini dirancang secara sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami, sehingga anak-anak dapat belajar dengan nyaman serta aktif berpartisipasi. Materi yang disampaikan difokuskan pada pengenalan bangun datar dan bangun ruang, sebagai bagian penting dari pembelajaran aritmatika dasar.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal berbagai bentuk bangun datar seperti persegi, persegi panjang, segitiga, dan lingkaran, serta bangun ruang seperti kubus, balok, dan tabung. Tidak hanya mengenal bentuk, anak-anak juga diperkenalkan dengan unsur-unsur bangun tersebut, seperti sisi, rusuk, sudut, dan titik sudut, melalui contoh konkret dan media pembelajaran sederhana yang mudah dipahami.
Kegiatan mengajar aritmatika ini diikuti oleh anak-anak usia sekolah dasar di Desa Kemiri dan dibimbing langsung oleh Mahasiswa/i KKN Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) Desa Kemiri. Para mahasiswa berperan sebagai pendamping belajar sekaligus fasilitator yang membantu anak-anak memahami materi dengan bahasa yang ringan dan komunikatif.
Pembelajaran dilaksanakan pada tahun 2026 sesuai dengan jadwal rutin yang telah ditetapkan oleh Mahasiswa/i KKN UNSIKA. Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan jam luang anak-anak, sehingga tidak mengganggu kegiatan sekolah formal. Seluruh kegiatan berlangsung di TBM Tepas Elmu Desa Kemiri, yang selama ini menjadi pusat literasi dan edukasi bagi anak-anak desa.
Pembelajaran aritmatika, khususnya pengenalan bangun datar dan bangun ruang, dinilai penting untuk membangun dasar logika dan kemampuan berpikir matematis anak-anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal bentuk, tetapi juga memahami konsep dasar matematika yang akan sangat berguna pada jenjang pendidikan berikutnya.
Proses pembelajaran dikemas secara interaktif dengan metode belajar sambil bermain. Anak-anak diajak mengamati benda-benda di sekitar yang menyerupai bangun datar dan bangun ruang, menggambar bentuk, serta menghitung jumlah sisi, rusuk, dan sudut secara bersama-sama. Pendekatan ini membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan membantu menghilangkan anggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa TBM Tepas Elmu, Aklan, siswa kelas 2 SD, mengungkapkan kesan positifnya.
“Belajarnya sangat seru, asik, dan mudah dimengerti bersama kakak-kakak KKN Universitas Singaperbangsa Karawang. Kalau tahun depan ketemu lagi, aku mau belajar bareng lagi dengan materi yang berbeda, yaitu ngaji,” ujarnya.
Sementara itu, Alysa, siswi kelas 5 SD, juga menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut.
“Kakak-kakak KKN UNSIKA sangat baik dan menyenangkan dalam menyampaikan materi. Aku mau belajar lagi seterusnya sama kakak-kakak KKN dengan materi yang sama, yaitu matematika, karena mudah dimengerti,” katanya.
Habibah, selaku PIC Aritmatika TBM Tepas Elmu, turut menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung.
“Siswa dan siswi TBM Tepas Elmu mencermati pembelajaran dengan baik, berpartisipasi secara aktif, serta menunjukkan respons yang cepat. Wawasan mereka dalam perhitungan juga sudah cukup baik. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat dan anak-anak terus aktif seperti ini. Terima kasih,” ungkapnya.
Melalui kegiatan mengajar aritmatika di TBM Tepas Elmu Desa Kemiri Tahun 2026, diharapkan anak-anak dapat meningkatkan pemahaman matematika dasar, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan minat belajar yang berkelanjutan dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan. (Alam)










