HARIAN KARAWANG — Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Jakarta Arisaka Championship 2025, kontingen UNSIKA tampil gemilang dengan berhasil membawa pulang 23 medali, terdiri dari 17 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.
Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Jakarta Arisaka berlangsung selama 3 hari, yaitu 14-16 November 2025 di GOR Jakarta Utara.
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata kualitas pembinaan olahraga di UNSIKA, sekaligus menunjukkan bahwa universitas tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan potensi mahasiswa di bidang non-akademik. Keberhasilan ini juga memperkuat komitmen lembaga dalam mencetak generasi unggul di berbagai bidang.
Pembina Pencak Silat UNSIKA, Ardawi Sumarno, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas kerja keras para atlet. Beliau menyampaikan, “Lulusan UNSIKA yang berkualitas menjadi kebanggaan universitas. UNSIKA juga berkomitmen untuk terus mendorong potensi setiap mahasiswanya, salah satunya melalui pencak silat. Selain itu, UNSIKA memberikan implementasi langsung dalam melestarikan budaya asli Indonesia, yaitu pencak silat.”
Atlet UNSIKA Dominasi Perolehan Emas
Dari total 17 emas yang diraih, sebagian besar diperoleh melalui nomor tanding, dengan penampilan impresif dari atlet-atlet seperti Siti Aisah, Bagas Maulana Ibrahim, Muhamad Fariduddin, Juad, hingga Lulu Sulistiawati. Selain unggul pada kategori tanding, atlet UNSIKA juga menunjukkan kualitas di nomor seni, melalui kemenangan Kiren Agnelia Sugianto, Adellia Putri, dan Dede Ilham Fauzi pada kategori seni tunggal tangan kosong maupun senjata.
Medali Perak dan Perunggu Lengkapi Kemenangan
Tiga medali perak berhasil diraih oleh Kamelia Putri, Ameliawati, dan Faiz Hafidh Musbahuddin, sementara medali perunggu disumbangkan oleh Muhammad Aditya Zulkarnaen, Risal Permana, dan Lyntank Novita Anggraini.
Kesuksesan ini tidak hanya berkat performa atlet, tetapi juga hasil pembinaan intensif dari para pelatih, yaitu:
Ardawi Sumarno, S.Pd., M.Pd.; Dyan Al Febriansyah; Dzikri Alfarizi; Santosa Abdullah; dan Gea Revalia Sugianto.
Wujud Nyata Pelestarian Budaya Bangsa
Melalui pencak silat, UNSIKA tidak hanya membina atlet berprestasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam melestarikan budaya asli Indonesia. Pencak silat sebagai warisan luhur bangsa terus diberi ruang untuk berkembang di lingkungan kampus, baik sebagai olahraga prestasi maupun bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.
Prestasi UNSIKA di Jakarta Arisaka Championship 2025 menjadi tonggak penting bagi pengembangan prestasi mahasiswa di masa depan. Universitas berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus mengharumkan nama kampus di berbagai ajang nasional maupun internasional. (alam)







