Tokoh Agama Sepakat Soeharto Layak Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 10 November 2025 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN KARAWANG – Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan. Peringatan ini juga menjadi ruang refleksi untuk menilai kembali kontribusi tokoh-tokoh penting bangsa, termasuk Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar H.M. Soeharto.

Pimpinan Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr. Makroen Sanjaya, menegaskan bahwa penilaian terhadap tokoh bangsa, termasuk Presiden ke-2 RI Soeharto, harus dilakukan secara komprehensif dan tidak parsial. Menurutnya, rekam jejak Soeharto menunjukkan kontribusi besar sejak masa revolusi kemerdekaan hingga era pembangunan nasional.

“Setelah kita teliti, sejak jaman revolusi kemerdekaan beliau-beliau ini sudah memberikan kontribusi terbesar bagi bangsa,” kata Dr. Makroen Sanjaya dalam kesempatan dialog di salah satu stasiun TV Swasta di Jakarta, Minggu (9/11).

Makroen menjelaskan bahwa Soeharto telah menunjukkan peran penting sejak tahun 1946 ketika berhasil menanggulangi ancaman kudeta kelompok kiri.

“Belum lagi ketika serangan umum 1 Maret di Yogyakarta yang kemudian menjadi salah satu episode sejarah bangsa di mana kita mempertahankan kemerdekaan,” ungkapnya.

Menurut Makroen, jejak kontribusi Soeharto tidak bisa dihapus. Pada masa pemerintahannya, dunia mengakui pencapaian Indonesia, salah satunya ketika kita berhasil mencapai swasembada pangan

“Ketika kita bisa mencapai sebuah pencapaian di mana kita mencapai swasembada pangan dan diakui oleh dunia, sampai beliau pidato di forum FAO,” kata Makroen.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal MUI yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH. Arif Fahrudin juga sepakat bahwa kontribusi Soeharto sudah terlihat sebelum era revolusi merebut kemerdekaan.

“Pak Harto itu kontribusi beliau sebelum bahkan dimulai di era revolusi kemerdekaan, merebut kemerdekaan dan di masa transisi dan sampai beliau menjadi pimpinan di ABRI sampai menjadi Presiden, jadi era sebelum kemerdekaan, kemerdekaan dan menjadi Presiden,” katanya.

Dirinya menambahkan bahwa Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan dua tokoh besar dengan kontribusi berbeda namun berada dalam bingkai pengabdian yang sama terhadap Indonesia.

“Dua sosok ini (Soeharto dan Gus Dur) menggambarkan dua situasi yang cukup berbeda, tapi dalam satu frame yang sama, itu semua adalah pendiri negara ini, pahlawan dan pejuang negara” jelasnya.

Momentum Hari Pahlawan menegaskan pentingnya menghargai jasa para tokoh bangsa. Dukungan ulama terhadap gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto mencerminkan semangat persatuan dan keadilan sejarah yang memperkuat identitas kebangsaan.

Berita Terkait

Menuju HPN 2027 Lampung, PWI Half Marathon 2026 Siap Menggebrak Bandar Lampung
angan Asal Buang! Ini Penjelasan Ilmiah soal Bintik Gelap pada Susu Bubuk
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Energi Bersih Melimpah, Pengembangan Panas Bumi Masih Terbentur Regulasi Tarif
Krisis Pasokan Mengintai, ReforMiner Institute Minta Indonesia Percepat EBT
PWI Pusat Buka Puasa Bersama Yatim Piatu, Momentum Ramadan Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:31 WIB

Menuju HPN 2027 Lampung, PWI Half Marathon 2026 Siap Menggebrak Bandar Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:54 WIB

angan Asal Buang! Ini Penjelasan Ilmiah soal Bintik Gelap pada Susu Bubuk

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:05 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:19 WIB

Energi Bersih Melimpah, Pengembangan Panas Bumi Masih Terbentur Regulasi Tarif

Jumat, 24 April 2026 - 14:31 WIB

Krisis Pasokan Mengintai, ReforMiner Institute Minta Indonesia Percepat EBT

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:22 WIB

PWI Pusat Buka Puasa Bersama Yatim Piatu, Momentum Ramadan Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru