HARIAN KARAWANG – Persaingan mendapatkan pekerjaan bagi lulusan perguruan tinggi menjadi tantangan tersendiri di tengah kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang kompeten. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar Jobtalk and Walk-in Interview di Aula Syech Quro.
Bursa kerja yang diinisiasi Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) Unsika itu mencatat peningkatan partisipasi yang signifikan. Pada penyelenggaraan jilid ketiga, sebanyak 12 industri terlibat dan jumlah pendaftar melampaui 2.000 orang.
Sekretaris UPA PKK Unsika, Ardawi Sumarno, menjelaskan bahwa jumlah perusahaan peserta terus bertambah dari tahun ke tahun.
“Partisipasi industri pada job fair pertama ada tujuh industri, kedua delapan industri, dan pada jilid ketiga ini berkembang menjadi 12 industri,” kata Ardawi, Selasa (13/10/2026) malam.
Dari lebih dari 2.000 pendaftar, panitia melakukan verifikasi berdasarkan persyaratan yang ditetapkan. Hasilnya, sebanyak 1.125 peserta dinyatakan lolos tahap awal.
Angka tersebut memperlihatkan tingginya minat pencari kerja terhadap akses rekrutmen yang mempertemukan kandidat secara langsung dengan perusahaan.
Ardawi menyebutkan, kegiatan ini merupakan program rutin tahunan UPA PKK Unsika yang dilaksanakan atas amanat Rektor. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu lulusan memperoleh akses ke dunia kerja.
Namun, terdapat ketentuan khusus bagi peserta walk-in interview. Program ini diperuntukkan bagi lulusan D3, S1, dan jenjang pendidikan tinggi setara, sehingga tidak menerima lulusan SMA/SMK.

Baca Juga:
XTransfer Luncurkan Layanan Pembayaran Lintasnegara di Chili
VT Markets Gandeng Island Sports Club, Padukan Dunia Trading dan Gaya Hidup Aktif
YR Fitness Bermitra dengan PrimaFit dan Berekspansi ke Indonesia
Rektor Dorong Kampus Jadi Penghubung Alumni dan Industri
Rektor Unsika, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya keberhasilan alumni sebagai salah satu indikator kualitas perguruan tinggi.
Ia berpandangan, semakin banyak lulusan Unsika yang diterima dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat, semakin baik pula penilaian terhadap kualitas institusi.
Rektor juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan kepada alumni melalui penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja.
Baca Juga:
Eileen Gu Tampil sebagai Pembicara dalam KFF Inspiring Women Leadership Series di SMU
CCTV+: Forum Respons Cepat atas Pengaduan Publik Digelar di Beijing
Ia meminta UPA PKK agar terus mengupayakan penyelenggaraan job fair secara konsisten. Pelaksanaan kegiatan yang telah memasuki jilid ketiga dinilai sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membangun akses karier bagi lulusan.
Tidak hanya berfokus pada proses rekrutmen, kegiatan ini juga menghadirkan sesi Jobtalk untuk mahasiswa tahun pertama. Melalui sesi tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran mengenai pilihan karier, kebutuhan industri, serta persiapan yang perlu dilakukan sebelum lulus.
Narasumber yang dihadirkan meliputi Prof. Jaja dari Universitas Pasundan, serta Endang dan Hendra Kusuma Sumantri dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jawa Barat.
Dengan bertambahnya jumlah perusahaan dan pelamar, Unsika berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan pasar kerja. Tantangan berikutnya adalah memastikan proses rekrutmen berlanjut pada penempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi lulusan.








