Yingfa Perkuat Manufaktur Sel Surya di Indonesia dengan Kapasitas Produksi 7,5 GW, Dukung Rantai Pasok Lokal dan Regulasi TKDN

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 3 November 2026 - 02:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Indonesia, 3 November 2026 /PRNewswire/ — BCI, anak usaha Yingfa Ruineng, memperkenalkan fasilitas manufaktur, kapasitas produksi, dan peta jalan pengembangan teknologi di Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 7,5 GW untuk sel surya N-type TOPCon dan menjadi basis manufaktur pertama Yingfa Ruineng di luar negeri. Perusahaan menyiapkan fasilitas ini sebagai pusat pasokan regional yang melayani pasar Asia Tenggara, Timur Tengah, dan berbagai pasar internasional lainnya. Dalam acara tersebut, BCI juga memperkenalkan teknologi pasivasi half-cell, desain sel multi-cut, serta sel surya back-contact (BC).

BCI Technology Launch | Partners in Progress
BCI Technology Launch | Partners in Progress

Sekitar 80 perwakilan perusahaan dan lembaga menghadiri acara tersebut, termasuk perwakilan lembaga pemerintah Indonesia, yakni BKPM, EBTKE, dan IPAMP; asosiasi industri AESI dan APAMSI; serta pelanggan dari Indonesia dan negara-negara tetangga. President, Yingfa Ruineng, Zhang Min, dan General Manager, BCI, Xu Zhenyu turut hadir.

Menurut Yingfa Ruineng, pabrik BCI mendukung program pengembangan energi surya berkapasitas 100 GW di Indonesia, serta upaya pemerintah memperkuat industri manufaktur dalam negeri dan pemenuhan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Yingfa Ruineng mengoperasikan empat basis manufaktur utama di Tianchang, Yibin, Mianyang, dan Indonesia dengan total kapasitas produksi efektif yang mencapai 51,5 GW. Dari jumlah tersebut, 45,5 GW merupakan kapasitas produksi sel surya N-type TOPCon. Pada 2025, pasar luar negeri menyumbang 40% dari total pendapatan perusahaan. Produk Yingfa Ruineng juga telah menjangkau lebih dari 20 negara dan wilayah.

Dengan kapasitas produksi sel surya sebesar 7,5 GW, BCI siap mendukung pertumbuhan pasar tenaga surya Indonesia, serta memperkuat rantai pasok lokal. Bagi pengembang proyek, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC), serta produsen panel surya, keberadaan fasilitas produksi dalam negeri menawarkan jalur pasokan yang lebih singkat, koordinasi teknis yang lebih mudah, dan fleksibilitas dalam perencanaan pasokan. Kapabilitas produksi lokal BCI juga diharapkan membantu produsen panel surya di Indonesia memenuhi ketentuan TKDN yang berlaku, dengan tetap memperhatikan persyaratan sertifikasi produk dan regulasi terkait.

Yingfa Ruineng tidak hanya berfokus memenuhi pesanan pelanggan, tetapi juga ingin membangun kemitraan jangka panjang dengan pelaku industri di Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup penyediaan produk lokal, kolaborasi teknis, dan pengembangan kapasitas manufaktur. Perusahaan juga berencana memperkuat tenaga kerja lokal, menjalin hubungan dengan pemasok dalam negeri, serta memperluas layanan teknis. Melalui investasi dan kerja sama berkelanjutan dengan mitra lokal, Yingfa Ruineng ingin berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem manufaktur fotovoltaik nasional.

Dari sisi pengembangan teknologi, Yingfa Ruineng mengandalkan teknologi sel surya yang telah teruji untuk menjaga skala produksi dan keandalan pasokan, sembari terus mengembangkan solusi generasi berikutnya. Proses produksinya mencakup teknologi pasivasi half-cell dan desain sel multi-cut untuk meningkatkan efisiensi produksi serta kinerja sel. Sementara itu, teknologi back-contact (BC) menempatkan kontak listrik di sisi belakang sel sehingga permukaan depannya bebas dari kontak listrik. Desain ini mendukung pengembangan sel surya berefisiensi tinggi dan berpotensi memberikan keunggulan untuk berbagai aplikasi, mulai dari sistem tenaga surya atap terdistribusi hingga instalasi off-grid dan microgrid di berbagai pulau di Indonesia. Meski demikian, kinerja aktual tetap bergantung pada konfigurasi produk, kondisi instalasi, dan kebutuhan setiap aplikasi.

Yingfa Ruineng terus mengembangkan platform TOPCon dan BC. Perusahaan melaporkan efisiensi sel TOPCon sebesar 27,3% dan sel BC sebesar 28%. Capaian tersebut mengacu pada desain sel dan kondisi pengujian tertentu. Selain itu, Yingfa Ruineng telah menyelesaikan tahap awal proses fabrikasi menyeluruh untuk modul surya tandem perovskit/BC sebagai bagian dari pengembangan teknologi fotovoltaik generasi baru.

Melalui BCI, Yingfa Ruineng membawa kapabilitas manufaktur, keahlian teknologi, dan pengalaman di pasar internasional ke Indonesia. Kehadiran fasilitas ini memperkuat jaringan manufaktur global perusahaan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih erat dengan pelanggan dan mitra industri regional. Ke depan, Yingfa Ruineng berencana memperluas kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia, mencakup penguatan pasokan lokal, pengembangan teknologi, pelatihan tenaga kerja, dan peningkatan kapasitas manufaktur. Perusahaan akan menyelaraskan langkah tersebut dengan kebijakan industri, ketentuan TKDN, serta pengaturan kawasan industri yang berlaku. Yingfa Ruineng juga berkomitmen bekerja sama dengan lembaga pemerintah, pengembang proyek, kontraktor EPC, produsen panel surya, dan pelaku industri lainnya untuk mendukung pertumbuhan industri fotovoltaik nasional secara berkelanjutan serta mempercepat transisi energi bersih Indonesia.

Berita Terkait

Tujuh dari 10 Perusahaan Terbaik dalam Daftar “Fortune 100 Best Companies to Work For Southeast Asia 2026” Bersertifikasi Great Place To Work
Huawei Gelar Ajang 7th Global Installer Summit, Hadirkan Instalatur Terbaik, Perkuat Ekosistem Energi yang Baru untuk Rumah, Wujudkan Masa Depan yang Lebih Lestari
Pelanggan Thailand Kunjungi Liuzhou, Saksikan Langsung Proses Produksi Cerdas FORTHING
DBS Raih Gelar Bank Digital Terbaik di Dunia
YeePay Perkenalkan Pendekatan Baru dalam Proses Pembayaran Pesanan B2B Maskapai Penerbangan di IATA WFS & WPS 2026
JOMOO, Sebagai salah satu Brand Smart Toilet Kelas Dunia, Melakukan Ekspansi ke Pasar Jepang dalam memperluas Pasar Globalnya
Yokogawa Raih Hibah Energy Grid 3.0, Dorong Peran Industri dalam Transisi Energi Singapura
Huawei dan Longgang International Arts Center Perkenalkan Pusat Seni Cerdas Berstandar Global

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:21 WIB

Tujuh dari 10 Perusahaan Terbaik dalam Daftar “Fortune 100 Best Companies to Work For Southeast Asia 2026” Bersertifikasi Great Place To Work

Selasa, 3 November 2026 - 02:51 WIB

Huawei Gelar Ajang 7th Global Installer Summit, Hadirkan Instalatur Terbaik, Perkuat Ekosistem Energi yang Baru untuk Rumah, Wujudkan Masa Depan yang Lebih Lestari

Selasa, 3 November 2026 - 02:49 WIB

Yingfa Perkuat Manufaktur Sel Surya di Indonesia dengan Kapasitas Produksi 7,5 GW, Dukung Rantai Pasok Lokal dan Regulasi TKDN

Selasa, 3 November 2026 - 02:39 WIB

Pelanggan Thailand Kunjungi Liuzhou, Saksikan Langsung Proses Produksi Cerdas FORTHING

Senin, 2 November 2026 - 23:40 WIB

YeePay Perkenalkan Pendekatan Baru dalam Proses Pembayaran Pesanan B2B Maskapai Penerbangan di IATA WFS & WPS 2026

Senin, 2 November 2026 - 11:03 WIB

JOMOO, Sebagai salah satu Brand Smart Toilet Kelas Dunia, Melakukan Ekspansi ke Pasar Jepang dalam memperluas Pasar Globalnya

Senin, 2 November 2026 - 09:27 WIB

Yokogawa Raih Hibah Energy Grid 3.0, Dorong Peran Industri dalam Transisi Energi Singapura

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Huawei dan Longgang International Arts Center Perkenalkan Pusat Seni Cerdas Berstandar Global

Berita Terbaru