angan Asal Buang! Ini Penjelasan Ilmiah soal Bintik Gelap pada Susu Bubuk

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

Jakarta – Bagi setiap orang tua, memastikan anak mendapatkan nutrisi yang tepat menjadi salah satu prioritas utama untuk mendukung tumbuh kembangnya. Mulai dari memilih makanan bergizi, memperhatikan kandungan nutrisi, hingga memastikan kualitas produk yang dikonsumsi, setiap detail tentu menjadi perhatian orang tua. Apalagi ketika menemukan sesuatu yang terlihat tidak biasa pada makanan atau minuman anak, rasa khawatir pun sering kali muncul. Salah satu kondisi yang mungkin pernah ditemui adalah munculnya bintik kecil berwarna cokelat atau kehitaman pada susu bubuk. Meski terlihat sederhana, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai pertanyaan. Apakah susu masih layak dikonsumsi? Dari mana bintik tersebut berasal? Bahkan, tidak sedikit orang tua yang langsung mengaitkannya dengan kualitas dan keamanan produk. Padahal, tidak semua perubahan tampilan pada susu bubuk menunjukkan adanya kontaminasi. Dalam proses pembuatannya, terdapat berbagai tahapan teknologi pangan yang dapat memengaruhi karakteristik produk, termasuk munculnya partikel berwarna lebih gelap. Memahami proses ini menjadi langkah penting agar orang tua tidak hanya mengandalkan kekhawatiran, tetapi juga memiliki informasi yang tepat dalam menentukan langkah selanjutnya. Mengenal Proses di Balik Susu Bubuk Menanggapi fenomena ini, Prof. Dr.-Ing. Azis Boing Sitanggang, STP, MSc, akademisi bidang teknologi pangan dari IPB University , menjelaskan bahwa pembuatan susu bubuk melibatkan serangkaian tahapan yang terkontrol, mulai dari pencampuran bahan, pemanasan, hingga pengeringan. Salah satu teknologi yang umum digunakan adalah spray drying atau pengeringan semprot. “Melalui teknologi spray drying, susu cair diubah menjadi bubuk dengan memanfaatkan udara panas dalam waktu singkat. Menariknya, penguapan air membantu menjaga suhu partikel susu tetap lebih rendah dibandingkan suhu udara pengering, sehingga paparan panas terhadap komponen gizinya relatif ringan,” jelas Prof. Azis. Meski demikian, sebagian kecil partikel susu dapat menempel pada permukaan alat pengering dan terpapar panas lebih lama dibandingkan partikel lainnya. Hal ini dapat menyebabkan perubahan warna menjadi kecokelatan atau kehitaman yang dikenal sebagai scorched particles. Fakta dibalik Bintik Hitam Pada Susu Bubuk Fenomena scorched particles sebenarnya dapat dianalogikan seperti kerak tipis di dasar panci saat memasak susu atau pinggiran roti yang berubah kecokelatan akibat paparan panas. Artinya, partikel tersebut berasal dari susu itu sendiri dan tidak selalu menunjukkan adanya kontaminasi. “Perubahan warna pada partikel susu ini berkaitan dengan reaksi Maillard, yaitu reaksi antara gula susu dan protein akibat paparan panas. Reaksi ini umum terjadi dalam proses pengolahan pangan dan dapat memengaruhi warna serta karakteristik produk, tanpa selalu menunjukkan adanya kontaminasi dari luar,” ungkap Prof. Azis. Berdasarkan metode pengujian yang dirujuk oleh American Dairy Products Institute (ADPI), keberadaan scorched particles terutama berkaitan dengan aspek mutu tampilan dan tidak dengan sendirinya dianggap sebagai bahaya keamanan pangan. Meski demikian, setiap bintik gelap tetap perlu diidentifikasi untuk memastikan bahwa partikel tersebut bukan benda asing atau tanda perubahan produk yang tidak normal. Jangan Langsung Panik, Ini yang Perlu Diperhatikan Meski tidak semua bintik gelap menandakan masalah keamanan pangan, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi susu sebelum memberikannya kepada anak. “Jika ditemukan bintik yang keras atau dalam jumlah tidak wajar, perubahan aroma, maupun penggumpalan yang tidak biasa, sebaiknya produk tidak diberikan terlebih dahulu. Pastikan juga kemasan dalam kondisi baik dan susu disimpan sesuai petunjuk untuk menjaga kualitasnya,” tambah Prof. Azis. Selain itu, pastikan kemasan dalam kondisi belum melewati tanggal kedaluwarsa dan disimpan sesuai petunjuk. Jika masih ragu, dapat menyimpan kemasan, mencatat nomor produksi, serta menghubungi produsen atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Pada akhirnya, memahami proses pembuatan susu bubuk dapat membantu orang tua lebih bijak dalam mengenali perubahan tampilan produk. Dengan informasi yang tepat, kekhawatiran pun dapat diimbangi dengan langkah yang lebih terukur demi menjaga kualitas nutrisi anak. — Sumber: American Dairy Products Institute (ADPI). (2025). Determination of Scorched Particles, Method No. 005, Version 2.2.

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Energi Bersih Melimpah, Pengembangan Panas Bumi Masih Terbentur Regulasi Tarif
Krisis Pasokan Mengintai, ReforMiner Institute Minta Indonesia Percepat EBT
PWI Pusat Buka Puasa Bersama Yatim Piatu, Momentum Ramadan Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Di Pelantikan APDESI, Sekjen Kemendagri Kembali Ingatkan Pentingnya Bekerja untuk Rakyat
Presiden Prabowo Akan Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:54 WIB

angan Asal Buang! Ini Penjelasan Ilmiah soal Bintik Gelap pada Susu Bubuk

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:05 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:19 WIB

Energi Bersih Melimpah, Pengembangan Panas Bumi Masih Terbentur Regulasi Tarif

Jumat, 24 April 2026 - 14:31 WIB

Krisis Pasokan Mengintai, ReforMiner Institute Minta Indonesia Percepat EBT

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:22 WIB

PWI Pusat Buka Puasa Bersama Yatim Piatu, Momentum Ramadan Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Senin, 16 Februari 2026 - 20:44 WIB

Di Pelantikan APDESI, Sekjen Kemendagri Kembali Ingatkan Pentingnya Bekerja untuk Rakyat

Berita Terbaru

Pers Rilis

Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri

Minggu, 1 Nov 2026 - 04:56 WIB