HARIAN KARAWANG, – Adanya Teknologi Informasi Komputer (TIK) dan transformasi digital jangan hanya menyasar wilayah perkotaan atau industri tapi juga harus masuk kepedesaan.
Dengan penguatan digitalisasi justru harus dimulai dari desa. Oleh karena itu Unsika menerjunkan mahasiswanya ke pelosok desa untuk melakukan penguatan digitalisasi.
“Sebanyak 35 mahasiswa kami dari Fakultas Ilmu Komputer atau Fasilkom kami kirim kedesa dalam Program Magang Berdampak Unsika. Program ini untuk mempercepat tranformasi digital di desa secara terukur dan berkelanjutan,”ungkap Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) Ade Maman, Jumat ( 27/2/26).

Menurut Ade Maman dengan adanya keterlibatan mahasiswa di desa menjadi bagian penting pembangunan berbasis kolaborasi sekaligus selaras dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi. Melalui program Magang Berdampak mahasiswa belajar langsung dari masyarakat dan sekaligus membantu membangun tata kelola desa yang berbasis data dan teknologi.
Ade Maman mengatakan mahasiswa tidak sendirian masuk ke pelosok desa. Sejumlah relawan TIK dari Jawa Barat ikut dalam Program Berdampak ini turun kedesa – desa mempercepat tranformasi digital desa.

“Sementara kami hadir di 16 desa peloksok. Setiap desa akan ada 2 mahasiswa didampingi satu dosen pembimbing.” ujarnya
Masih kata Ade Maman mahasiswa tidak hanya melakukan observasi tapi juga menghasilkan sistem yang dapat dimanfaatkan desa. Salah satu kegiatan utamanya yaitu pemetaan Indeks Digital Masyarakat (IDM), digitalisasi profil dan potensi desa serta pengembangan dan pemeliharaan website desa dengan domain desa.id.

Selain itu selama di desa mahasiswa juga melakukan pendataan potensi UMKM desa, membantu digitalisasi promosi produk lokal hingga menginisiasi perpustakaan desa berbasis digital.
“Literasi digital bagi masyarakat turut diberikan mencakup kecakapan digital, etika digital, budaya digital serta keamanan digital.” pungkasnya.(Jay)








