Empat Sekolah Paling Dinamis dan Inovatif di Kabupaten Sumedang Tahun 2024

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 9 Maret 2024 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat Kepala Sekolah di Kabupaten Sumedang yang sangat dinamis dan inovatif (Dok.Hariansumedang.com/Tatang Tarmedi)

Empat Kepala Sekolah di Kabupaten Sumedang yang sangat dinamis dan inovatif (Dok.Hariansumedang.com/Tatang Tarmedi)

HARIANSUMEDANG.COM –  Mengembangkan kurikulum yang inovatif dan dinamis di sekolah sangatlah penting, sayang tidak banyak sekolah yang melakukan itu.

Berdasar penelusuran hariansumedang.com  sedikitnya ada empat sekolah di Kabupaten Sumedang yang  terlihat bergerak ke arah dinamis, kreatif dan inovatif.

1. SMP Negeri 2 Tanjungsari

Terutama dalam dua tahun terakhir ini, sekolah yang digawangi Sudrajat ini mampu bermetamorfosa  menjadi sekolah  hijau dan bebas sampah.

Ini diawali dengan pembangunan Pusat Jajanan Siswa (Pujasi), dimana setiap siswa setiap harinya diwajibkan bawa piring dan sendok.

Sementara, pedagang yang tadinya bermangkalan di luar sekolah, dikumpulkan dalam satu dua lokasi dan mereka tidak diperbolehkan menjual produk yang pakai kemasan.

Dengan demikian, siswa  membeli makanan yang hanya bisa ditumpahkan ke dalam piring, dan mereka memakannya dengan sendok.

Sekolah ini pun mampu menggerakkan siswanya untuk mengolah sampah dan limbah menjadi produk-produk olahan bermanfaat.

Misal, bahan-bahan sampah plastik yang dijadikan tikar, tempat duduk, akseoris lampu dan masih banyak lagi jenis olahan lainnya.

2. SMA Negeri Tanjungkerta

Terutama sejak dipimpin Ajat Sudrajat, sekolah ini telah masuk ke jalur sekolah dengan nol rupiah pungutan.

Kepsek wanti-wanti mengisyaratkan agar program sekolah harus disesuaikan dengan ketersediaan anggaran BOS.

Tidak perlu membangun program muluk-muluk hingga pada akhirnya bisa berpotensi lahirnya pungutan.

Program sekolah harus berbasis ramah biaya, contoh perpisahan siswa bisa disatukan dengan pentas kreasi seni dimana program itu bisa didanai BOS.

Study Tour tidak perlu dijalankan ke tempat jauh, cukup di sekitar dekat dengan sekolah saja, dengan demikian orang tua siswa tidak perlu mengeluarkan biaya.

3. SMP Negeri 4 Pamulihan

Sekolahnya berada di wilayah terpencil di Desa Cinanggerang Kecamatan Pamulihan.

Meskipun berada di wilayah terpencil, namun sekolah ini telah tumbuh menjadi sekolah berdokumentasi digital.

Sejak awal ditugaskan selaku Kepsek SMP Negeri 4 Pamulihan, Deni Kurniawan mampu menata lingkungan sekolah dengan tanaman hias.

Ia terjun sendiri menata lingkungan sekolah hingga terasa nyaman dan sedap dipandang.

Dalam seminggu, Deni menerapkan program pembiasaan yang wajib dilaksanakan peserta didik.

Senin Patriot diisi Upacara dan Kedisiplinan, Selasa dan Rabu Serasi yaitu Selasa Rabu Literasi.

Kamis, Kalanada,  yaitu Kamis Lagu Nasional dan Daerah,  Jumat Jedor yaitu Jum’at Do’a Olahraga Resik.

Selain itu, program P5 di SMP Negeri 4 Pamulihan dijalankan secara sungguh-sungguh.

Gangstar (Gabungan Seni Tari Nusantara)  satu produk P5 telah dijalankan dimana kelompok siswa bisa menciptakan madlay tarian nusantara yang menjadi ciri khas peserta didik SMP Negeri 4 Pamulihan.

4. SD Negeri Hegarmanah

Geliat perubahan di sekolah ini lebih terasa ketika kepemimpinan Ofiya Nisah, SD Negeri Hegarmanah

Ia ikut serta  pelatihan Global  Citizenship Education  (GCED), program pendidikan Unesco,. dampaknya, SDN Hegarmanah di dikenal hingga ke Asia Pasifik.

SD Negeri Hegarmanah telah berhasil kembangkan program Teras Hijau  memanpaatkan areal Dak yang kosong di atas bangunan kelas lima.

Dak kosong itu dipasang paranet untuk melindungi  puluhan polybag berisi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.

Adapun komoditas sayuran yang ditanam berupa bayam, kangkung, sawi, cengek, cabe rawit, tomat dan tanaman rempah.

Akhirnya,  siswa-siswi SD Negeri Hegarmanah riang gembira memanen sayuran hasil tanamnya sendiri.

Tidak hanya siswa-siswi, sebagian orang tua siswa pun turut menyaksikan kegembiraan anak-anaknya panen sayuran.

Bahkan sebagian orangtua kebagian jatah hasil pasakannya. Bahkan, sebagiannya lagi  membawanya ke rumah. (Tatang Tarmedi) ***

Berita Terkait

PT Softex Sumbangan Produk Partisipasi Kegiatan PWI Karawang
Gesrek Festival 2025: BRI Tawarkan Diskon Tiket 30% Lewat BRImo
Kang Farhan Siap Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat
Polres Karawang Amankan Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPR RI di Telukjambe Barat
Akhirnya Korban Tenggelam Warga Telukjambe Timur Temukan di Sungai Citarum
Begini Tata Cara Alur Pelayanan dan Harga Buat Paspor di Imigrasi Karawang
RDP Dugaan Malpraktik di RS Hastien Ricuh , Kadinkes Emosi dan Tak Bisa Tunjukkan Hasil Investigasi
Dinkes Karawang Akan Kawal Kasus Malpraktek di RSU Hastien Rengasdengklok Secara Transparan demi Memberikan Kepastian Keluarga Pasien

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:35 WIB

PT Softex Sumbangan Produk Partisipasi Kegiatan PWI Karawang

Senin, 1 Desember 2025 - 20:58 WIB

Gesrek Festival 2025: BRI Tawarkan Diskon Tiket 30% Lewat BRImo

Senin, 24 November 2025 - 17:26 WIB

Kang Farhan Siap Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat

Kamis, 20 November 2025 - 15:51 WIB

Polres Karawang Amankan Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPR RI di Telukjambe Barat

Minggu, 9 November 2025 - 17:06 WIB

Akhirnya Korban Tenggelam Warga Telukjambe Timur Temukan di Sungai Citarum

Sabtu, 8 November 2025 - 06:55 WIB

Begini Tata Cara Alur Pelayanan dan Harga Buat Paspor di Imigrasi Karawang

Senin, 20 Oktober 2025 - 17:12 WIB

RDP Dugaan Malpraktik di RS Hastien Ricuh , Kadinkes Emosi dan Tak Bisa Tunjukkan Hasil Investigasi

Senin, 13 Oktober 2025 - 15:52 WIB

Dinkes Karawang Akan Kawal Kasus Malpraktek di RSU Hastien Rengasdengklok Secara Transparan demi Memberikan Kepastian Keluarga Pasien

Berita Terbaru