Cadas Pangeran Sarat dengan Sejarah Banyak Cerita Misteri yang Menyebar dari Mulut Ke Mulut

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSUMEDANG.COM – Ruas jalan sepanjang hampir tiga kilometer dari Kampung Jelekong Desa Cigendel Kecamatan Pamulihan hingga Kampung Singkup Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan dikenal sebagai Jalan Cadas Pangeran.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Jalan ini tercatat dalam sejarah nasional sebagai bukti pembelaan seorang pimpinan daerah bernama Asep Djamu yang bergelar Pangeran Kusumadinata IX kepada rakyatnya atas kerja paksa yang dijalankan pemerintahan kolonial Belanda.

Beliau melihat sendiri ratusan rakyat Sumedang kepayahan membuka jalan di sekitar itu yang penuh bebatuan. Bahkan, banyak diantaranya yang jatuh sakit dan neninggal setelah bekerja rodi membuka jalan sebagai kebijakan dari Gubernur Jenderal Daendels.

Betapa marahnya Asep Djamu, saat ada kabar Gubernur Jenderal Daendels marah besar mendengar pengerjaan jalan dari Anyer hingga Panarukan itu terhambat di sekitar cadas pangeran sekarang.

Pada hari yang telah direncanakan, Gubernur Jenderal Daendels datang ke lokasi dengan wajah marah disambut Kangjeng Pangeran Kusumadinata IX pun dengan wajah marah pula.

Ditengah kemarahan Daendels, ia sedikit ciut nyalinya, ketika Sang Pangeran ketika diajak bersalaman diterima dengan tangan kiri. Sedangkan tangan kanannya memegang kepala keris yang terselip di pinggang.

Betapa takutnya Daendels melihat kejadian itu, dengan sopan ia berjanji akan mengirimkan peralatan berat untuk membantu membongkar hamparan batu yang menghambat pembuatan jalan di sekitar itu.

Sebagai penghargaan dari masyarakat Sumedang terhadap keberanian Sang Pangeran, jalan sekitar itu disebut jalan Cadas Pangeran.

Jalan Cadas Pangeran hingga kini masih terus menyimpan misteri, banyak cerita dari mulut ke mulut diluar nalar yang dialami ketika melewati kawasan Jalan Cadas Pangeran, meskipun kebenaran ceritanya masih dipertanyakan.

Konon pernah ada seseorang mengendarai motor tengah malam melewati Jalan Cadas Pangeran , tiba-tiba motornya terasa sangat berat seperti membonceng sesuatu beban yang sangat berat.

Si pengendara motor terus melajukan motornya meski dengan bulu kuduk sangat merinding, setelah melewati Cadas Pangeran ia memberhentikan motornya dan memeriksa ke belakang, ternyata tidak ada apa-apa.

Ada lagi cerita, seorang pengendara mobil malam-malam melewati kawasan itu, di tengah-tengah jalan ia terpaksa menghentikan mobilnya karena terhalangi iring-iringan pengusung jenajah.

Si pengendara baru sadar setelah lewati Jalan Cadas Pangeran, masa iya di tempat terpencil dan malam-malam begitu ada iring-iringan jenazah, dan lagi mau dibawa ke mana, kanan kiri jalan berupa tebing dan jurang.

Cerita misteri lainnya yang pernah tersebar, di bawah jalan Cadas Pangeran terdapat lubang panjang tempat bersarangnya seekor ular raksasa, panjangnya puluhan meter. Sekali-kali ular itu keluar kadang melintasi jalan.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Selain misteri, ada pula cerita bahwa di kawasan Cadas Pangeran sampai sekarang pohon pepaya tidak pernah berbuah.

Konon, pada zaman dulu, Kangjeng Pangeran Sumedang berkunjung ke kawasan Cadas Pangeran, kebetulan ada pedagang pepaya, Kangjeng Pangeran bertanya ke pedagang itu berapa harga pepaya.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Si pedagang menjawab nilai harga pepaya tadi tapi disertai ungkapan, agak mahal karena pepayanya lagi tidak ada. Kangjeng Pangeran menjawab, ” Oh tidak ada ya,” sejak itu pepaya yang tumbuh di sana selalu tidak berbuah.
(Tatang Tarmedi)***

 

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

 

 

 

Berita Terkait

Sempat Dirawat di RS Immanuel Bandung, Mantan Bupati Kuningan Acep Purnama Meninggal Dunia
Kompolnas Optimimis Polda dengan Bantuan Bareskrim Polri, Jabar Bisa Ungkap Pembunuh Vina Cirebon
BMKG Ungkap Alasan Cuaca di Bandung Raya dan Jawa Barat Terasa Panas dan Lebih Kering
Tewaskan 11 Orang Rombongan Pelajar SMK Lingga Kencana Depok, Begini Kronologi Bus Terguling di Ciater
3 Rumah, 2 Mesjid, 2 Sekolah dan 1 Puskesmas Terdampak Gempa Guncang Kabupaten Bandung 2 Kali
Bansos di Jawa Barat pada Tahun 2020 sampai 2023 Terbesar di 7 Kabupaten, Cek Wilayahnya di Sini
Sebanyak 267 Rumah Warga Beberapa Wilayah Terdampak Bencana, Hari Ketiga Pasca Gempa Garut
3 Rumah Rusak Berat, 21 Rusak Sedang, dan 34 Rusak Ringan, Bangunan Rusak Akibat Gempa Garut Bertambah
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:37 WIB

Sempat Dirawat di RS Immanuel Bandung, Mantan Bupati Kuningan Acep Purnama Meninggal Dunia

Rabu, 22 Mei 2024 - 14:23 WIB

Kompolnas Optimimis Polda dengan Bantuan Bareskrim Polri, Jabar Bisa Ungkap Pembunuh Vina Cirebon

Senin, 20 Mei 2024 - 11:53 WIB

BMKG Ungkap Alasan Cuaca di Bandung Raya dan Jawa Barat Terasa Panas dan Lebih Kering

Minggu, 12 Mei 2024 - 08:19 WIB

Tewaskan 11 Orang Rombongan Pelajar SMK Lingga Kencana Depok, Begini Kronologi Bus Terguling di Ciater

Kamis, 2 Mei 2024 - 07:50 WIB

3 Rumah, 2 Mesjid, 2 Sekolah dan 1 Puskesmas Terdampak Gempa Guncang Kabupaten Bandung 2 Kali

Selasa, 30 April 2024 - 08:46 WIB

Bansos di Jawa Barat pada Tahun 2020 sampai 2023 Terbesar di 7 Kabupaten, Cek Wilayahnya di Sini

Senin, 29 April 2024 - 13:29 WIB

Sebanyak 267 Rumah Warga Beberapa Wilayah Terdampak Bencana, Hari Ketiga Pasca Gempa Garut

Minggu, 28 April 2024 - 10:19 WIB

3 Rumah Rusak Berat, 21 Rusak Sedang, dan 34 Rusak Ringan, Bangunan Rusak Akibat Gempa Garut Bertambah

Berita Terbaru